Viktor Axelsen Di Denda 250 Euro Lantaran Jersey Serba Putih Mirip Lawannya

FFSPORTZ.COM – Masih ingatkah kita dengan juara bulutangkis tunggal putra pada turnamen All England 2020 kemarin? Juara bulutangkis pada nomor tunggal putra di All England 2020 kemarin adalah Viktor Axelsen. Viktor Axelsen lahir di Odense pada Denmark pada 4 Januari 1994 merupakan pebulu tangkis Denmark pertama sejak 21 tahun lalu yang menjadi juara All England. Kali ini datang informasi mengenai Viktor Axelsen setelah dirinya menjuarai turnamen bulutangkis paling tua di dunia, All England. Di balik keberhasilannya di All England 2020 yang digelar di Birmingham, Inggris, pada 11 – 15 Maret kemarin, ternyata ada yang harus dibayar mahal oleh pebulutangkis 26 tahun tersebut.

Viktor Axelsen didenda 250 Euro oleh Badminton World Federation (BWF)

Sebelum berita kemenangan Viktor Axelsen dalam menjuarai All England 2020 kemarin ternyata ada informasi mengejutkan di partai final gelaran tersebut. Viktor dikenakan denda sebesar 250 Euro atau sekitar Rp 4,4 juta oleh Federasi Bulu Tangkis Dunia ( Badminton World Federation atau BWF). Mengapa? Menurut beritanya, Viktor telah mengenakan pakain serba putih, sama seperti lawannya yaitu Chou Tien Chen, pebulu tangkis wakil Taiwan. Viktor Axelsen telah melanggar peraturan kompetisi umum BWF yaitu pasal 5.3.7 untuk pakaian. Isi peraturan tersebut menyatakan bahwa seorang pemain wajib mengenakan warna pakaian yang sangat berbeda dengan sang lawan.

Lalu bagaimana dengan Chou Tien Chen? Diketahui Chou adalah unggulan tertinggi pada All England Open 2020. Sehingga Chou Tien Chen memiliki hak Prerogatif untuk memilih warna jersey yang dia pakai pada babak final. Namun Viktor juga menegaskan bahwa dirinya memilih warna pakaian yang sama karena dia ermain dengan jersey putih sepanjang turnamen. Selain itu, pebulu tangkis yang tercatat sebagai juara pada World Junior Championship kategori tunggal putra junior pada 2010 ini mengatakan bahwa warna Jersey itu sangat penting bagi Sponsor. Warna ini merupakan tema yang digunakan saat berlaga.

Viktor ingin Turnamen All England dibuat istimewa seperti Wimbledon

Viktor menilai bahwa aturan yang di buat tersebut agak konyol. Dia merasa bahwa dirinya tidak melihat alasan mengapa pihaknya harus di hukum. Viktor mengatakan kalau orang – orang dirumah yang menonton siaran pertandingan di ruang keluarga mereka mungkin bisa melihat siapa orang Denmark dan mana yang bukan. Pebulutangkis yang sempat Pada tahun 2018, meraih juara pada ajang  Europan Championship 2018 di kategori tunggal putra tersebut menginginkan agar semua pemain harus mengenakan pakaian putih seperti Wimbledon. Denga berpakaian serba putih tersebut, maka akan terlihat bagus dan keren. Maka Viktor menyarankan bahwa turnamen All England harus di buat secara istimewa.

Pada turnamen All England 2020 kemarin, Viktor berhasil mengalahkan Chou Tien Chen di final All England dan berhak mendapatkan sejumlah uang sebesar US $ 77 ribu atau sekitar Rp 1,2 miliar. Viktor diketahui memang sedikit gampang emosi, namun di sisi lain dia merupakan pribadi yang cerdas, selain mampu berbahasa Denmark, tenryata Viktor Axelsen juga menguasai Bahasa Inggris dan Mandarin.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here