Bayern Munich Sulit Menangkan Liga Champions

FFSPORTZ.COMBayern Munich – Sekitar akhir pekan kedua bulan Juli kemarin, Manchester City telah dinyatakan terbebas dari sanksi UEFA. Sebelumnya, memang diketahui bahwa City dilaporkan oleh Badan Pengawas Keuangan Klub (CFCB) telah melanggar aturan Financial Fair Play (FFP) UEFA. Sanksi yang akan diterima City yaitu larangan mengikuti Liga Champions selama dua tahun dan denda sebesar 30 juta euro atau sekitar Rp. 493 miliar. Ini adalah sanksi yang cukup berat bagi City. Namun, akhirnya City telah berhasil bebas dari hukuman tersebut. Dibalik kegembiraan City, nampaknya ada satu klub yang sedikit khawatir, siapakah klub tersebut?

Manchester City terbebas dari hukuman berat UEFA

Kiper legendaris Timnas Jerman selaku direktur Bayern Munich memberi pengakuan yang cukup mengejutkan. Oliver Kahn mengaku bahwa Skuad Bayern Munich lebih sulit untuk memenangkan Liga Champions setelah Manchester City batal mendapat hukuman dua musim larangan tampil di kompetisi elit antar klub Eropa tersebut. Perlu diketahui bahwa usai mendapat hukuman dari UEFA, kemudian The Citizens mengajukan banding ke Pengadilan Arbitrase Olahraga (CAS) dan akhirnya banding mereka disetujui. Akhirnya CAS menyatakan bahwa pelanggaran yang dilaporkan oleh Badan Pengawas Keuangan Klub (CFCB) tidak terbukti.

Manchester City telah berhasil memenangkan banding di Badan Arbitrase Olahraga dan hukuman larangan bermain selama dua musim di Liga Champions itu pun dicabut. Walhasil, kini City masih bisa bermain kembali pada musim depan di Liga Champions dan sebagai gantinya mereka hanya dijatuhi sejumlah denda. Denda yang harus dibayar City dikurangi 10 juta euro atau sekitar 164 miliar. Jadi City hanya membayar 20 juta euro. Melihat ini, Kahn menilai bahwa kemenangan banding Manchester City mengindikasikan bahwa aturan Financial Fair Play buatan UEFA masih terlalu longgar.

Oliver Kahn akui Bayern Sulit menangkan Liga Champions

Sementara itu,  lolosnya Manchester City dari hukuman larangan bermain di Liga Champions oleh UEFA diakui Kahn semakin membuat peluang Bayern Munich semakin tipis untuk memenangkan kejuaraan tersebut. Hal ini dikarenakan Manchster City bisa belanja banyak pemain top dunia. Ditambah dengan pengurangan denda, maka upaya City untuk datangkan pemain top berharga mahal semakin  gampang. Ada yang mengatakan bahwa City diduga telah mengakali Financial Fair Play. Jika melihat masalah Financial Fair Play, Kahn mengatakan bahwa itu akan menjadi lebih rumit.

Kahn menyatakan bahwa pihaknya sangat tertarik jika masalah Financial Fair Play ini harus ditanggapi lebih serius. Dia mengaku tidak tahu persis situasinya saat ini di Manchester City , Paris Saint-Germain atau klub lainnya. Akan tetapi, dia berpikir bahwa untuk kedepannya, masalah Financial Fair Play harus benar – benar lebih serius. Seperti yang sedikit dibahas diatas, pihak UEFA harus lebih ketat misalnya dimulai dari struktur yang jelas. Maka dari itu, Dia berharap kepada UEFA untuk memperketat aturan tersebut untuk mencegah dominasi di kompetisi Eropa.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here