Tim Gresik Petrokimia Puslatda KONI

FFSPORTZ.COM – Proliga 2020 seri kedua dalam Putaran II segera di mulai. Masih soal Tim Gresik Petrokimia Puslatda KONI Jatim (GPJ) pada laga seri pertama putaran II memperoleh hasil yang buruk. Dukungan supporter dan titel tuan rumah nampaknya kurang berarti. Pada laga pertama mereka, Tim Gresik Petrokimia Puslatda KONI Jatim (GPJ) harus kalah dengan Jakarta BNI 46 dengan skor 0-3. Kemudian disusul kekalahan mereka yang kedua juga saat bertemu dengan Jakarta Pertamina Energi, tim GPJ nampaknya harus menjalani laga yang lebih berat lagi agar lolos di empat besar atau final four Proliga 2020.

Peluang lolos final four putri Gresik Petrokimia Puslatda KONI Jatim kian tipis

Dengan hasil yang kurang memuaskan dari seri pertama putaran II, Peluang tim putri Gresik Petrokimia Puslatda KONI Jatim lolos ke putaran empat besar (Final four) di Proliga 2020 semakin menipis. Kekalahan dari Jakarta BNI 46 kemarin mengakibatkan posisi GPJ saat ini berada di paling dasar atau peringkat ke-5 klasemen sementara. Tim voli putrid GPJ hanya memperoleh poin sebanyak 2. Sedangkan Jakarta BNI 46 tengah berada di posisi urutan keempat klasemen sementara denga torehan 4 poin.

Agar lolos ke babak final four, nampaknya tim voli putrid GPJ alami jalan yang sangat sulit bahkan terhitung nyaris mustahil. Tim voli yang dipersiapkan untuk Pekan Olahraga Nasional (PON) Papua 2020 nanti hanya ada dua kesempatan untuk mengambil poin tambahan. Pertama, saat mereka meladeni tim kuat bandung bjb Tandamata pada seri kedua yang akan di gelar di Bandung besuk, 6 Maret 2020. Kemudian pada seri ketiga atau seri terakhir putaran II melawan Jakarta PGN Popsivo Polwan di Yogyakarta mendatang.

Suntikan pemain asing berdampak pada tim voli putri Proliga

Pada awal laga kemarin, sebenarnya target  dari tim voli putri Gresik Petrokimia Puslatda KONI Jatim adalah lolos final four. Modal untuk lolos sebenarnya sudah ada yaitu ketika mereka mampu menakhlukan Jakarta BNI 46 di putaran pertama dengan skor 3-2. Akan tetapi pada putaran kedua, posisi terbalik, Jakarta BNI 46 mampu tampil gemilang dengan mengalahkan tim GPJ. Menurut kabarnya, suntikan skuad asing merupakan faktor yang cukup berperan dalam laga tersebut. Tercatat bahwa Jakarta BNI 46 telah menurunkan dua skuad asing dan sementara tom GPJ hanya menurunkan satu skuad asing.

Di putaran kedua ini, tim GPJ hanya memakai seorang pemain asing yakni AJ Whitaker, eks timnas voli Amerika Serikat. Sedangkan Jakarta BNI 46 memakai jasa dua pemain asing yaitu Caroline Livingston dan Wang Chen, walhasil permainan Jakarta BNI 46 semakin lebih atraktif. Senada dengan pengakuan pelatih tim voli putrid GPJ, Guogang mengatakan kalau kehadiran pemain asing di Jakarta BNI 46 begitu terasa, ritme permainan Jakarta BNI 46 semakin tajam. Selain itu, pelatih asal Tiongkok tersebut mengatakan kalau skuad anak asuhnya masih terbilang usia muda. Paling penting disini Guogang tetap mampu menatap positif target sebenarnya tim GPJ yaitu memberikan pengalaman kepada anak asuhnya untuk PON mendatang.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here