Tekanan Sang Juara Membuat Sofia Kenin Frustasi Setelah Kalah Beruntun
jupiterlotto

FFSPORTZ.COM – Masih hangat tentang pencapaian Sofia Kenin di gelaran tenis Australia terbuka 2020 kemarin. Sofia Kenin berhasil menjadi kampiun di ajang tenis bergengsi tersebut, dengan meraih titel Grand Slam. Jika ada yang menyakini pepatah bahwa “mempertahankan juara itu lebih sulit dari pada meraih” ada benarnya, bila melihat apa yang sedang dialami petenis imut tersebut. Kenin alami hasil buruk di gelaran tenis WTA Doha, Qatar. Petenis Amerika Serikat keturunan Rusia itu kembali kalah untuk ketiga kali beruntun.

Kenin kalah tiga kali beruntun setelah menangi Grand Slam 2020 Australia

Sofia Kenin tercatat sudah alami tiga kali kekalahan secara beruntun setelah meraih gelar Grand Slam 2020 Australia kemarin. Kekalahan kenin yang pertama pada gelaran Piala Fed, Kenin sebagai wakil Amerika kalah dari Jelena Ostapenko wakil dari Latvia pada 7 hingga 8 Februari kemarin.  Kemudian, kekalahan Kenin yang kedua yaitu saat menjalani babak pertama turnamen WTA Dubai, Uni Emirat Arab, pada 18 Februari 2020. Kenin kalah dari petenis cantik asal Kazakhstan yaitu Elena Rybakina. Selanjutnya, di gelaran turnamen WTA Doha, Kenin harus menelan pil pahit kekalahan lagi pada laga pertamanya dari petenis Ukraina, Dayana Yastremska.

Pada saat laganya melawan Dayana,  Kenin terlihat kalah agresif dari sang lawan. Dayana bermain lebih baik pada momen penting, sedangkan Kenin membuat banyak kesalahan. Dia merasa kehilangan ritme permainan dan harus menemukannya kembali. Kenin kalah dari Dayana dengan skor 3-6, 6-7 (4-7), pada babak kedua turnamen WTA Doha, kemair lusa. Laga yang berlangsung Selasa 25 Februari 2020, pada tengah malam WIB itu menjadi penampilan pertama petenis perempuan unggulan keenam tersebut di Doha setelah mendapat bye pada babak awal.

Tekanan sang juara membuat Kenin frustasi

Sebelum  berhasil menjadi kampiun pada final Australia Terbuka atas Garbine Muguruza, Kenin menjadi  sorotan komunitas tenis internasional. Namun, momen indah Sofia Kenin berubah kurang dari sebulan kemudian. Putri dari mantan petenis nomor satu dunia, Kim Clijsters itu alami kesulitan mempertahankan momentum permainannya.Dengan perolehan tenis yang semakin memburuk, Sofia Kenin mengakui bahwa kalau dirinya mulai frustrasi. Hingga saat ini Kenin masih berusaha untuk keluar dari tekanan dengan status barunya itu.

Apa yang sudah dialami Kenin saat ini menjadi bagian dari ujian yang harus dia tempuh sebagai juara baru Grand Slam. Kenin masih beradaptasi dengan ”kehidupan baru” atau bisa dibilang titel baru yaitu tekanan dan obsesi peblik padanya. Namun tekanan yang paling besar adalah tekanan dari dalam diri kenin sendiri. Kenin merasa sangat takut jika bermain jelek dan kalah dari turnamen – turnamen berikutnya. Penggemar berat Maria Sharapova itu mulai belajar untuk tidak menambah tekanan dalam dirinya,  Jika tidak, maka nasibnya akan seperti  Ostapenko (kampiun Perancis Terbuka 2017) dan Sloane Stephens (kampiun AS Terbuka 2017) yang ”tenggelam” hingga saat ini

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here