Ketua Wimbledon
jupiterlotto

FFSPORTZ.COMBerita Tenis – Dengan munculnya kasus petenis peserta turnamen Adria Tour 2020 yang digelar di kawasan Balkan, ternyata berbuntut pada penghentian turnamen. Dengan adanya penghentian turnamen akibat terpaparnya para petenis tersebut ternyata saat ini menjadi sorotan dari berbagai pihak mulai dari sesama atlet hingga pebisnis olahraga tenis. Salah satu pihak yang buka suara paling keras saat ini adalah dari pihak All England Club. Sang kepala eksekutif All England Club, Richard Lewis turut meluapkan pendapatnya pada Adria Tour 2020.

Ketua Wimbledon kecewa dengan peniadaan protokol Adria Tour 2020

Tak hanya sebagai kepala Eksekutif All England Club, Richard Lewis juga sebagai ketua penyelenggara Wimbledon, Inggris. Lewis selaku kepala Eksekutif All England Club dan ketua Wimbledon itu merasa kecewa dengan peniadaan protokol kesehatan selama Adria Tour 2020 berlangsung. Lewis begitu kecewa dengan penggagas Adria Tour 2020, Novak Djokovic. Menurutnya, Djokovic sudah bersikap sembrono ditengah pandemi virus corona yang saat ini terjadi. Ditambah lagi, saat ini Djokovic berstatus sebagai petenis nomor satu dunia. Mantan atlet tenis profesional Piala Davis Inggris itu mengatakan bahwa hal pertama yang ingin dia ucapkan adalah semoga para korban segera sembuh karena cukup banyak yang terinfeksi Covid-19.

Saat ini Lewis merasa kalau yang dibutuhkan adalah pemahaman seputar protokol kesehatan dan regulasi turnamen di tengah situasi seperti ini. Dalam hal ini untuk semua bukan hanya untuk penyelenggara turnamen saja. Dia berharap agar turnamen tenis internasional yang lain bisa belajar dari kesalahan yang terjadi di Adria Tour. Pria 66 taun itu berharap bahwa penyelenggara seperti US Open dan French Open maupun turnamen tenis lainnya menyadari bahwa mencegah lebih mudah daripada sudah muncul kasus.

Richard Lewis soroti sikap Novak Djokovic secara khusus

Secara khusus, Richard Lewis menyoroti sikap Novak Djokovic yang berstatus sebagai penggagas turnamen Adria Tour. Meskipun Adria Tour berstatus turnamen ekshibisi, namun protokol kesehatan wajib dilakukan. Pria paruh baya dari Middlesex, Inggris itu berharap bahwa ketika turnamen tenis dunia kembali dimulai dipastikan dalam kondisi dunia sudah membaik. Tapi, turnamen harus lebih disiplin dengan protokol kesehatan, tak peduli level apa pun. Sebagaimana diketahui bersama, petenis Bulgaria, Grigor Dimitrov umumkan dirinya positif Covid-19 usai tampil dalam Adria Tour, kemudian disusul petenis lainnya dan bahkan Djokovic dan sang istri, Jelena Ristic juga positif.

Saat ini bukan hanya penghentian Adria Tour 2020 saja, seluruh pemain tanpa gejala diungsikan ke luar Kroasia. Sedangkan mereka yang menunjukkan gejala akan dikarantina di dalam negeri. Tak sedikit yang memberikan kritik terhadap Adria Tour, mengingat seluruh dunia tengah berupaya keras memerangi pandemi Covid-19 mulai dengan membatalkan kegiatan masyarakat termasuk olahraga.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here