Skuat Tertua Dan Termuda Timnas Voli Putri Indonesia Di SEA Games 2019

FFSPORTZ.COMTimnas Voli Putri Indonesia – Jika mengingat gelaran SEA Games 2019 Filipina lalu pencapaian medali Timnas putri kurang begitu memuaskan seperti timnas voli putra Indonesia.  Pada SEA Games 2019 lalu, ada dua pemain Timnas yang bisa dibilang sebagai pemain senior. Untuk putra ada pemain voli Dimas Saputra Pratama sementara untuk tim putri ada Yulis Indahyani. Menurut laporan dari Pengurus Pusat Bola Voli Seluruh Indonesia (PP PBVSI), baik Dimas dan Yulis sama – sama memperkuat timnas pada usia 29 tahun. Jika untuk pevoli putri, nama Yulis Indahyani memiliki predikat pemain tertua atau paling senior, untuk tim voli putri Indonesia yang berlaga di SEA Games 2019 kebetulan juga ada pevoli yang termuda yaitu Ratri Wulandari.

Yulis Indahyani raih gelar Libero terbaik bela Timnas SEA Games 2019

Di tim nasional putra Indonesia yang berlaga di SEA Games 2019 ada nama Dimas Saputra yang menjadi pemain voli tertua atau paling senior,  Dimas lahir pada 15 Maret 1990 dengan posisi sebagai opposite atau pemain segala posisi. Sementara untuk tim nasional putri Indonesia ada atlet voli senior yaitu Yulis Indahyani. Yulis merupakan atlet voli putri Indonesia yang lahir pada 3 Februari 1990 dengan posisi sebagai libero. Sebagaimana diketahui bahwa Yulis adalah pemain voli yang cukup handal, sehingga tak hayal kalau dia telah meraih predikat Best Libero di Proliga 2018 dan 2019 kemarin.

Selain Yulis Indahyani, untuk tim nasional Indonesia yang berlaga di SEA Games 2019 lalu, pelatih tim putri yaitu Oktavian juga membawa Pemain voli yang berposisi sebagai Libero. Pevoli tersebut adalah Dita Azizah yang saat ini berusaia 20 tahun. Mungkin maksudnya dengan mengikutsertakan Dita di ajang dua tahunan itu sebagai  persiapan Libero masa depan untuk tim voli putri Indonesia. Untuk sektor putri, kemarin telah memberangkat 14 pemain voli dengan Yulis sebagai atlet voli paling senior dan Ratri Wulandari sebagai atlet yang paling muda dimana masih berusia 17 tahun. Penampilan tim putri di ajang SEA Games 2019 boleh dikatakan cukup baik. Meski mereka gagal meraih medali emas seperti yang diharapkan Ketum PBVSI, Komjen Pol Imam Sudjarwo sebab persaingan di sektor putri nampaknya cukup ketat.

Ratri Wulandari Pevoli putri termuda Timnas Indonesia di SEA Games 2019

Pada ajang Proliga 2020 kemarin, nama pevoli Yulis Indahyani dan Ratri Wulandari kembali bertemu dalam satu klub yaitu Jakarta Pertamina Energi (putri), yang sebelumnya juga satu Timnas. Selain mereka berdua ada nama – nama seperti Novia Andiyanti, Tisya Amalya, dan Dita Azizah juga memperkuat Timnas. Mereka bertemu kembali di Proliga 2020  untuk menjadi skuat pemain voli putri klub Jakarta Pertamina Energi. Pevoli Dita Azizah bisa dikatakan pemain muda, namun yang termuda adalah Ratri Wulandari. Tidak hanya memiliki komposisi pemain yg bagus, Pelatih klub Jakarta Pertamina Energi putri pun didatangkan dari Azerbaijan yaitu, Ziya Radjabov. Sebelum membela klub Jakarta Pertamina Energi, Ratri sudah pernah tampil perdana di Proliga dan saat itu usianya baru 14 tahun serta membela klub Bandung bjb. Bisa dibilang kalau Ratri Wulandari waktu itu masih remaja.

Pevoli muda Ratri Wulandari ketika masuk di Proliga perdana telah menjadi bahan perbincangan, tidak tanggung – tanggung dia sudah dipercaya menjadi pemain pelapis seorang Aprilia Manganang. Pevoli yang lahir di Karawang, 8 Mei 2002 itu menempati sebagai seorang Open Spiker. Ratri yang berpostur 177 cm itu telah banyak mendapat pengalaman dari senior, sehingga pada ajang Kejurnas Junior tahun 2017 di Yogyakarta, Ratri mendapat penghargaan sebagai pemain voli terbaik. Sayang sekali pada PON 2016, putri dari pasangan Parwadi (Ayah) dan Murningsih (Ibu) ini masih belum bisa memperkuat tim Jabar, sebab masih ada senior – senior yang cukup matang.  Namun, dia berkesempatan untuk masuk dalam skuat Timnas voli putri di ajang SEA Games 2019 kemarin, Ratri menempati posisi sebagai Outside Hitter.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here