Nizar Zulfikar

FFSPORTZ.COMNizar Zulfikar – Proliga 2020 kali ini klub asal Jawa Timur, Surabaya Bhayangkara Samator mempertahankan komposisi pemain lama. Mungkin alasannya adalah mereka adalah juara bertahan dari gelaran Proliga 2019 kemarin. Memang klub ini memiliki susunan pemain voli yang sangat bagus, sebut saja Rivan Nurmulki, Rendy Tamamilang, Yudha Mardiansyah hingga Nizar Zulfikar. Pada kesempatan ini akan kami berikan informasi menarik dari pevoli, Nizar Zulfikar. Nizar Zulfikar adalah atlet voli profesional yang berposisi sebagai Tosser.

Nizar Zulfikar sempat tak suka olahraga voli  

Atlet voli Nizar Zulfikar merupakan salah satu Tosser andalan tim bola voli putra Surabaya Bhayangkara Samator pada gelaran Proliga 2017. Setahun sebelumnya, pada Proliga 2016, dia bersama punggawa Surabaya Samator lainnya membawa klub mereka Juara. Di balik kehebatannya sebagai tosser, ternyata Nizar sempat tidak menyukai cabang olahraga voli. Nizar mengatakan kalau sebelum putuskan bermain voli, dia pernah menekuni  olahraga tenis meja, tenis lapangan, dan renang. Bahkan untuk di olahraga renang, Nizar sempat menekuni cukup lama dengan bergabung dengan sebuah klub Pesut, Kalimantan Timur.

Dia mengatakan kalau sejak kelas 4 Sekolah Dasar (SD), dirinya sering memperhatikan kakak perempuannya berlatih voli. Kemudian, pria berusia 27 tahun itu menambahkan kalau dirinya hanya ikut – ikutan bermain voli. Kemudian sang ayah memintanya untuk berlatih dengan mengetes bola ke dinding. Sejak saat itu, Nizar mulai tertarik menggeluti voli hingga sekarang. Perlu diketahui bahwa sang ayah, Munawar adalah seorang mantan pemain voli tingkat daerah. Selama berlatih, alumni Universitas yos Sudarso ini mengaku kalau dirinya kurang bisa menjadi seorang tosser.

Nizar Zulfikar Mengidolakan pevoli Loudry Maspaitella

Meskipun tidak pernah mengikuti kejuaraan daerah (Kejurda), Nizar mendapat panggilan untuk bergabung dengan timnas junior saat masih menimba ilmu di bangku SMP. Meski dirinya mengaku kalau kurang baik dalam di posisi tosser, namun dia memiliki tekad yang kuat. Diberitakan kalau yang menjadi motivasinya untuk menjadi seorang tosser adalah Loudry Maspaitella yang merupakan salah satu atlet voli terbaik Indonesia. Sehingga, membuat Nizar mulai rajin latihan setiap hari untuk memperbaiki teknik. Nizar juga sempat mengaku kalau dia dipanggil ke Timnas sebab kekurangan tosser. Pada waktu ada tosser yang mengundurkan diri dan akhirnya tawaran diberikan kepada Nizar.

Selanjutnya, perkenalan Nizar dengan mas Sigit (Ari Widodo, asisten pelatih Samator) dan diajak mengunjungi markas Samator. Saat SMP kelas 3 dirinya mendapat tawaran dua klub yaitu Surabaya Samator dan Indomaret. Lalu Nizar memilih Surabaya Samator sebab dia mengetahui reputasi klub tersebut dalam peta persaingan voli di Tanah Air. Setelah bergabung dengan Samator, Nizar sempat tidak kuat dengan latihan dan bahkan ingin kabur. Namun pihak keluarga selalu mendukung dan meminta Nizar untuk bersabar. Akhirnya, Nizar menikmati hari – hari latihan bersama Surabaya Samator. Setahun bergabung dengan Surabaya Samator, Nizar terpilih masuk timnas junior. Pada debut pertandingannya di Pekan Olahraga Pelajar Nasional (Popnas) 2011, dia berhasil membawa Surabaya Samator menjadi juara. Dan kini dia menjelma menjadi tosser andalan Surabaya Samator dengan memiliki banyak variasi umpan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here