Wilavan Apinyapong

Fakta PevoliThailand`s FAB Five telah menginspirasi revolusi jagad voli di Thailand. Thailand`s FAB Five mampu membawa budaya bola voli menjadi lebih maju dan meningkatkan profil Thailand lebih jauh di panggung dunia dengan gaya dan permainan khasnya. Kali ini akan menyoroti anggota dari Thailand Quintet sehingga dapat mempelajari lebih lanjut tentang pevoli yang meraih kesuksesan di tim Asia Tenggara. Kita akan lebih kenal dengan pevoli putri tangguh Thailand, Wilavan Apinyapong.

Karier Voli Wilavan Apinyapong dimulai Sejak Usia Muda

Lahir di Kham Sakaesaeng, Nakhon Ratchasima, Wilavan kenal dengan voli sejak usia muda. Ia mendapat dukungan keluarga sepenuhnya untuk mengejar cita – citanya sebagai atlet voli. Selain itu, dengan memili nama panggilan yang unik, yakni `Gift` ternyata mampu menjadi penyemangat untuk mewujudkan cita – citanya. Ia mengaku telah jatuh cinta dengan bola voli sejak melihat saudara perempuannya bermain. Saudaranya menjadi inspiranya sebab selalu memberikannya bola untuk dimainkan. Dan begitulah, Wilavan mengenal olahraga ini.

Wilavan mulai bermain dan bergabung dengan tim sekolahnya ketika dirinya masih di kelas 2. Wilavan sudah tergila – gila pada bola voli dan memiliki tekad untuk bermain dan menjadi lebih baik.  Karena orang tuanya mendukung, jadi memudahkannya untuk mengejar cita – citanya. Dengan terus bermain voli, namun perempuan yang kini berusia 36 tahun itu tetap memperdulikan pendidikan. Ketika beranjak usia sekolah menengah atas, ia bertemu dengan pelatih tim junior, Kiattipong Radchatagriengkai dimana seseorang yang menawarinya kesempatan yang mengubah hidupnya.

Wilavan Apinyapong Sempat Ragu Dalam Mengawali Perjalanan dengan Timnas

Wilavan Apinyapong  sempat ragu dalam mengawali perjalanan dengan Timnas, namun terlepas dari hal itu, ia akhirnya memilih dengan bijak dan memulai perjalanannya dengan tim nasional. Hal ini tidak lepas dari dorongan sang orang tua. Peraih emas di juara Asia 2009 Vietnam itu banyak belajar dari pengalaman dan disepanjang kariernya. Ia mengaku berubah pikiran ketika bergabung dengan dengan timnas saat berada di kamp pelatihan. Di sana, Wilavan merasa sangat bahagia sebab terus bisa mengasah kemampuannya.

Wilavan percaya bahwa setelah melalui cobaan dan kesengsaraan, itu akan menjadi awal dari sesuatu yang besar. Usai memenangkan gelar juara di Vietnam 2009, akhirnya publik voli Thailand mulai memperhatikan Wilavan dan kawan – kawan. Setelah itu, popularitas mereka mulai meningkat seiring dengan banyaknya kompetisi yang diikuti. Selain mendapat emas pada Kejuaraan Asia pada tahun 2013, ia juga meraih medali Asian Games, Kejuaraan Asia, Piala Asia, dan SEA Games. Kariernya semakin meningkat dengan bermain di Vietnam, Spanyol, Turki, Cina dan Azerbaijan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here