Petenis Dunia Alexander Zverev

Berita Turnamen Tenis – Petenis berkebangsaan Jerman, Alexander Zverev bangkit dengan penuh kejutan pada laga semifinal US Open musim 2020 dan mengalahkan Pablo Carreno dengan skor 3-6, 2-6, 6-3, 6-4, 6-3. Kini, seiring dengan kemenangan yang diraihnya, Zverev siap beraksi demi memenangkan gelar Grand Slam pertama sepanjang kariernya. Memasuki laga semifinal tersebut, petenis unggulan kelima itu pernah kehilangan dua set pertama. Tapi, petenis kelahiran Hamburg, 20 April 1997 itu memperlihatkan kekuatan mental yang tangguh dan dengan drastis mengurangi unforced error demi meraih kemenangan setelah 3 jam 22 menit.

Zverev Melaju ke Final US Open 2020 Meski Sempat Putus Asa

Sebelumnya ada petenis Serbia, Novak Djokovic telah mengamankan dua match point ketika melawan Roger Federer demi melaju ke final musim 2011. Djokovic pulang dengan membawa gelar US Open pertama dalam kariernya. Untuk pertama kalinya sejak musim 2011 dan untuk keenam kalinya di Open Era, seorang petenis mengejar setelah tertinggal dua set di semifinal US Open. Hal ini diakui oleh Zverev dimana untuk kali pertama dalam kariernya. Zverev menyatakan bahwa melaju ke final Grand Slam pertamanya merupakan hal yang penting.

Perlu diketahui bahwa petenis 23 tahun itu melaju ke semifinal Grand Slam pertama dalam kariernya di Australia Open musim ini. Sekarang dia akan menghadapi petenis unggulan kedua, Dominic Thiem atau Daniil Medvedev yang diketahui petenis peraih runner-up musim lalu. Lawan Zverev kali ini memang cukup berat demi meraih gelar Grand Slam pertama dalam kariernya. Diantara petenis putra yang masih tersisa di US Open musim ini, tidak ada satu pun yang pernah meraih gelar Grand Slam.

Zverev Tidak Sabar Menantikan Final US Open 2020

Pada dua set pertama, petenis yang memenangkan tiga gelar turnamen Masters 1000 dan ATP Finals musim 2018 itu melakukan 36 unforced error yang lebih banyak dibandingkan Carreno Busta dimana hanya 12 saja. Akan tetapi, Zverev tidak merasa panik atau memperlihatkan rasa frustasi berlebihan sebelum menjadi petenis Jerman pertama yang melaju ke final US Open sejak Michael Stich pada musim 1994.

Sementara itu sang lawan, Busta memperlihatkan sedikit rasa tegang di awal, namun bermain dengan stabil dan mengambil peluang untuk bermain dengan agresif serta mengincar forehand Zverev. Petenis asal Spanyol tersebut memanfaatkan dengan baik awal Zverev yang lamban dan mengincar servis kedua tanpa memberikan lawannya poin yang cuma – cuma. Namun pada akhirnya Zverev mampu menemukan ritme permainan hingga akhirnya menutup laga dengan kemenangan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here