Hobart International

FFSPORTZ.COMHobart International – Relawan memainkan peran penting dalam membantu menjalankan turnamen tenis di seluruh negeri. Dari tenis tingkat junior hingga profesional, kesediaan  suarelawan atau volunteer ini untuk menawarkan eaktu dan layanan demi mencipatkan peluang kompetitif bagi orang lain.  Diketahui ada se buah tim dengan terdiri dari 77 sukarelawan membantu di event Hobart International pada Januari 2020. Peran relawan termasuk layanan pemain, pengadilan dan pelindung serat penyelenggara acara, kemudian keramahtamahan perusahaan dan mobil ramah lingkungan. Menurut Direktur Turnamen International  Hobart, Darren Sturgess mengatakan kalau para sukaelawan adalah jantung dari acara mereka.

Dale Forwood relawan terlama di Hobart International

Pihak Turnamen International  Hobart  memiliki tim kecil, dan tanpa bantuan sukarelawan,mereka mustahil bisa menggelar turnamen. Tercatat turnamen kali ini adalah edisi ke-27 pada bulan januari dimana merupakan refleksi atas dukungan yang berkelanjutan dari komunitas Tasmania dan sebagai wujud kebanggaan terhadap Hobart International. Dari tim sukarelawan Hobart International yang beranggotakan 77 orang, ada 25 orang yang sudah terlibat dalam event ini lebih dari 10 tahun. Dale Forwood adalah salah satu yang terlama, dia terlibat sejak tahun 1994. Dia adalah sukarelawan yang sudah lama di Pusat Tenis dimana sudah menyelenggarakan turnamen tahunan. Selain itu, Forwood merupakan Presiden pusat pertama dan sudah empat dekade mengelola bar clubhouse.

Selama penyelenggaraan Hobart International, bar clubhouse memfasilitasi ruang tunggu dan ruang makan pemain secara pribadi. Hal ini membuat Forwood menjadi sangat sibuk demi membantu dan melayani tim mereka. Forwood mengaku kalau banyak dari mereka adalah orang – orang yang ramah, selain itu bertemu dengan pemain, keluarga mereka, pelatih adalah sesuatu yang membuat dirinya menikmati posisinya. Para pemain datang dari berbagai negara, mereka selalu memiliki cerita yang manarik untuk diceritakan. Forwood mengenang turnamen perdananya yaitu saat Wildcard Australia Rachel McQuillan pada saat di babak final 1994. Dia memuji Rachel dan ibunya yang cantik dan baik. Dia sempat menyinggung nama Serena Williams yang jarang bergaul di clubhause dan juga Kim Clijsters yang sempat memenangkan turnamen.

Hobart International memiliki sejarah dalam menemukan bintang masa depan tenis

Hobart International memiliki sejarah yang cukup membanggakan dalam menemukan bintang masa depan tenis. Empat dari 25 pemain peringkat atas dunia saat ini telah tercatat memenangkan gelar WTA pertama mereka di kota Tasmania. Keempat petenis itu adalah Petra Kvitova pada 2009, Garbine Muguruza pada 2014, Elise Mertens pada 2017 dan Sofia Kenin pada 2019. Kemudian Elena Rybakina masuk ke dalam 20 besar dunia tak lama setelah memenangkan gelar tahun ini pada tahun ini juga. Hal itu membuat Forwood merasa terhormat untuk terlibat dalam turnamen ini.

Saat ini Forwood merupakan mantan guru pendidikan jasmani, dia tidak lagi bermain tenis tetapi senang masih tetap aktif terlibat dalam olahraga. Dia telah melakukan penggantian pinggul sehingga menghambat pergerakannya. Forwood juga mengaku kalau tenis adalah olahraga yang kedua setelah Golf. Namun akhirnya dia menjatuhkan pilihannya pada tenis. Selain itu, Forwood juga menemukan tambatan hatinya yang sekarang menjadi istrinya. Hal ini menurutnya adalah sesuatu yang positif sebab di dalam kegiatannya dia menemukan cinta sejati.  Judy, istri Forwood juga terlibat menjadi relawan selama Hobart International, bahkan sang istri juga mengambil cuti setiap musim panas untuk membantu Forwood selama 22 tahun terakhir begitu juga tak ketinggalan dengan sang putri yang juga turut membantu.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here