Sean Gelael Buat Helm Khusus Bertemakan Kobe Bryant Sebagai Wujud Respek

FFSPORTZ.COM – Masih agak terasa di masyarakat tentang kepergian pebasket top NBA, Kobe Bryant. Pebasket yang meninggal karena kecelakaan helicopter bersama putri dan krunya tersebut telah membuat dunia basket khususnya dan olahraga pada umumnya menjadi tertunduk sejenak. Tak terkecuali pembalap muda Formula 2 Indonesia, Sean Gelael. Kepergian mantan bintang basket NBA dari klub Los Angeles Lakers, tersebut, meninggalkan duka yang mendalam di lubuk pembalap 23 tahun itu. Ternyata pembalap DAMS itu mengidolakan sosok pebasket yang berjuluk Black Mamba tersebut.

Sean buat helm khusus untuk hormati mendiang Kobe Bryant

Banyak hal yang digunakan para fans agar mereka bisa dekat misalnya dengan melakukan hal sebagai wujud kecintaan kepada bintang atau aktor yang mereka kagumi. Tak beda dengan Sean Gelael, pembalap Formula 2(F2) yang lahir di Jakarta pada 1 November 1996 tersebut juga menunjukkan sikap respeknya pada mendiang Kobe Bryant. Pemilik nama lengkap Muhammad Sean Ricardo Gelael ini telah menyita perhatian para pecinta balap Formula 2(F2) tanah air dan internasional. Sebagai penghormatan kepada sang Idola, putra dari pasangan pembalap senior Indonesia, Ricardo Gelael dan RA Sri Sudarini ini membuat helm khusus yang bertemakan Tribute to Kobe Bryant dan Gianna.

Sean mengatakan bahwa pembuatan helm khusus merupakan caranya untuk mengenang dan sekaligus menghormati sosok Kobe. Pada helmnya itu terdapat grafis jersey Gianna dan kobe Bryant dan terdapat juga logo “KB” di sisi kiri helm. Bagi pembalap yang pernah berlaga di ajang GP2 tersebut  “Mamba Mentality” diharapkan bisa membuat dirinya bersemangat dan menampilkan prestasi di F2 musim ini. Direncanakan bahwa helm khusus yang bertemakan Kobe Bryant ini akan digunakan oleh pembalap yang terpilih sebagai pembalap tes tim F1 Scuderia Toro Rosso di tes pramusim F2 di Sirkuit Sakhir, Bahrain yaitu pada 1 hingga 3 maret 2020.

Karier singkat Sean Galael di balap formula 2

Sean mengawali kariernya sebagai pembalap sejak tahun 2005, dengan menjadi navigator ayahnya sendiri pada ajang Reli Sprint. Tidak hanya di Reli, akan tetapi Sean juga kemudian turun diajang Gokart mulai pada 2009 di Rotax Max Junior. Pada tahun 2010 dirinya mantap menjadi pembalap Gokart, dan 2011 ia menjadi salah satu pembalap Indonesia yang turun diajang Gokart Internasional. Pada tahun 2013 dia pindah ke Eropa untuk balapan F3 selama 2 tahun, kemudian ikut ajang balap World Series by Renault di 2015. Tidak hanya itu sean juga turun di GP2 series pada 2016  bersama tim Campos Racing yang kemudian berubah nama menjadi FIA Formula 2 Championship pada 2017.

Pada tahun 2020 ini, Sean bersama rekan setimnya yang baru, Dan Ticktum tentu dengan helm yang baru diharapkan langsung bisa beradaptasi dengan DAMS. Sean  memiliki tugas yang berat, dia harus membawa DAMS kembali merebut gelar juara dunia konstruktor seperti musim lalu. Dengan dukungan tim teknis dan mekanik yang bagus di DAMS, akan membuat Sean semakin bersemangat. Dirinya yakin dengan Mamba Mentality yang mengusung semangat tak pernah puas diri meski telah jadi juara, melekat pada sean dan timnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here