Ashleigh Barty

FFSPORTZ.COMAshleigh Barty – Pada musim tenis 2020 kemarin, Ashleigh Barty mengawali laganya dengan memenangkan gelar di adelaide sebelum kalah dari petenis muda Amerika Serikat, Sofia Kenin di babak semifinal Australia Open. Diketahui bahwa di sepanjang kariernya sampai saat itu, Barty telah memenangkan delapan gelar nomor tunggal dan sepuluh gelar nomor ganda. Barty mengawalinya dengan memenangkan gelar di Adelaide sebelum kalah dari Sofia Kenin di semifinal Australian Open kemarin. Petenis yang lahir pada 24 April 1996 itu mengukir peningkatan peringkat setelah berakhir sebagai runner up di tiga Grand Slam di nomor ganda bersama casey dellacqua di Australia Open, Wimbledon dan US Open Musim 2013 silam.

Ashleigh Barty pilih bermain kriket pada musim tenis 2014

Setelah alami masa gemilang pada 2013, Ashleigh Barty memutuskan untuk menjauh dari dunia tenis pada musim 2014. Dia putuskan untuk bermain kriket dan mulai bermain bersama Western Suburbs Cricket Club. Tim kriket tersebut adalah tim lokal yang bertanding di Brisbane Women’s Premier Cricket Twenty League.  Menurut pengakuannya, Barty mengatakan kalau dirinya merasa terlalu berlebihan dan terlalu cepat bagi dirinya untuk melakukan perjalanan ke penjuru dunia sejak usia muda. Dia mengaku kalau dirinya ingin alami kehidupan normal sebagai remaja putri dan mendapatkan beberapa pengalaman normal.

Setelah mulai kembali menapaki dunia tenis, Barty mengawali musim 2019 dengan menjadi runner up di Sydney namun dia kalah dari Petra Kvitova. Kemudian, ia melaju ke perempat final Australian Open untuk pertama kali usai mampu mengalahkan Maria Sharapova sebelum kalah lagi dari Kvitova. Barty memenangkan gelar level Premier Mandatory pertama dalam kariernya di Miami dan menorehkan gelar Grand Slam pertama dalam kariernya di French Open. Dengan torehan tersebut, Barty menjadi petenis Australia pertama yang memenangkan French open sejak Margaret Court pada tahun 1973.

Ayah Barty beberkan alasan putrinya menjauh dari dunia tenis

Sedikit disinggung di atas, kalau Barty sempat ingin menjauh dari dunia tenis setelah Amerika Serikat Open musim 2014 silam.  Akan tetapi, sang ayah, Rob Barty tidak terkejut ketika putrinya putuskan untuk menjauh dari tenis.  Menurut pengakuan ayah Barty, dia merasa kalau putrinya merasa sedih di sepanjang waktu. Ashleigh merasa bukan dirinya sendiri ketika di atas lapangan. Rob mengatakan kalau dia bersama sang istri harus memastikan bahwa putrinya merasa bahagia. Menurut orang tua Barty, kebahagiaan sang putri menjadi hal yang sangat penting. Rob dan istrinya memang sempat kecewa sebab dia dan istrinya sangat senang menyaksikan tenis dan mereka jatuh cinta dengan tenis. Namun, orang tua Barty juga sempat mengaku kalau melihat putrinya merasa senang ketika bersama saudara perempuannya serta bersenang – senang lagi jauh lebih baik ketimbang melihat sang anak menderita ketika masuk ke lapangan dan bermain tenis.

Sebagai informasi tambahan, setelah putuskan come back di tenis, Ashleigh Barty tercatat telah memenangkan gelar di Birmingham. Ia menutup musim tenis 2019 dengan memenangkan WTA finals dengan mengalahkan Elina Svitolina. Berkat pencapaian yang luar biasa, Barty pun mengakhiri musim 2019 sebagai petenis peringkat 1 dunia.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here