Auger Aliassime

FFSPORTZ.COMAuger Aliassime – Aksi keji Polisi Minneapolis, Minnesota terhadap etnis kulit hitam, George Floyd berujung kematian menimbulkan gejolak besar di Amerika Serikat. Tak hanya masyarakat Amerika Serikat, kejadian tersebut bahkan mengundang respon dari dunia olahraga dunia. Sebelumnya cabang basket dan sepak bola, sekarang jagad tenis dunia juga merespon aksi rasisme yang dilakukan oknum polisi tersebut. Petenis muda asal Kanada, Felix Auger Aliassime menyatakan bahwa rasisme adalah masalah serius dan orang – orang seharusnya menanganinya dengan sangat serius juga.

Auger Aliassime merespon kematian George Floyd

Menurut pernyataan Auger Aliasime, dia bersikeras bahwa tidak seorang pun seharusnya berpikir kalau dia atau orang lain yang dia kenal aman dari petaka seperti yang dialami Floyd. Kejadian yang dialami pria 46 tahun dari etnis Afrika-Amerika yang terbunuh oleh oknum polisi Amerika Serikat berulit putih sontak membuat dunia memberikan suara untuk kembali menyuarakan kesetaraan. Diketahui bahwa petenis yang lahir pada 8 Agustus 2000 tersebut dibesarkan oleh ibu yang berasal dari Quebec dan ayah dari Afrika. Dia besar di daerah yang tenang di Quebec, Kanada. Dia selalu berpikir bahwa hal itu bisa terjadi kepada orang lain, di lingkungan yang kekurangan dalam situasi tertentu.

Auger Aliasime percaya bahwa yang dilakukan oleh polisi itu tidak dapat dibenarkan. Dia menilai bahwa dari sekian banyak bentuk rasisme, salah satunya memang yang sedang dialami oleh George Floyd. Tindakan yang dialami Floyd begitu semena – mena, namun masih ada banyak bentuk lain dari rasisme dan diskriminasi.  Petenis yang saat ini berusia 19 tahun itu berpesan kalau semua orang harus waspada, mereka harus menyadari bahwa hal itu tidak hanya terjadi kepada orang lain. Sebab, hal yang menimpa Floyd bisa terjadi kepada teman, guru atau pelatih mereka, kepada siapa saja. Jika berbicara tentang kesetaraan, menurut Auger, rasanya memang masih cukup panjang untuk mencapainya.

Auger Aliassime sebut masalah rasisme sebagai masalah serius

Kerusuhan yang saat ini terjadi di Amerika Serikat membuat Auger semakin tersentuh hatinya. Dia merasa sedih sebab tindakan tak pantas dari seorang polisi dimana seharusnya dia menjadi seorang panutan. Menurutnya polisi itu seperti dokter, mereka seharusnya menjadi panutan, tidak memiliki ide prasangka dan stereotip tentang perbedaan warna kulit.  Dia berharap apa yang saat ini terjadi di Amerika Serikat khususnya, dan seluruh dunia pada umumnya bisa berubah mengenai perbedaan warna kulit.

Sebelumnya diketahui bahwa dunia olahraga bergabung dengan kampanye yang berawal dari industri musik melakukan protes keseluruh penjuru Amerika Serikat setelah kematian George Floyd. Auger tidak sendiri, rekan – rekan atlet tenis dunia juga sama – sama mendukung untuk melawan aksi rasisme. Mereka diantaranya Djokovic, Nadal, Dominic Thiem, dan Federer dimana telah mengunggah gambar sederhana namun memberi kesan yang mendalam di Twitter dan instagram masing – masing mengenai apa yang menimpa George Floyd. Sebagai informasi tambahan saja, Felix Auger Aliassime pada musim 2019, dia menempati ranking 17 dan sempat meraih ranking ke-2 saat di tenis Junior.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here