Ons Jabeur

FFSPORTZ.COM – Pada gelaran tenis Australia Open 2020 kemarin tersimpan kejutan menarik dari para atlet. Petenis Tunisia Ons Jabeur harus gugur setelah melawan petenis Amerika Serikat, Sofia Kenin. Jabeur benar – benar tidak ingin kalah dalam laga seru tersebut. Di banyak laga tenis sebelumnya, Jabeur dikenal memiliki gaya permainan yang berbeda dengan kebanyakan petenis perempuan. Dia memiliki gaya permainan yang variatif, tidak hanya mengandalkan Groundstroke datar. Dia mampu melakukan gerakan Dropshot yang mampu mengecoh lawan – lawannya.

Jabeur lakukan performa buruk saat hadapi Kenin di Australia Terbuka

Jika pada laga – laga sebelumnya, Jabeur mampu memberikan penampilan yang apik, maka ada yang mengejutkan publik tenis di babak Perempat Final Tennis Australia Open 2020 kemarin. Pada saat Jabeur bertemu dengan Kenin kemarin, petenis 25 tahun tersebut bermain dengan melakukan banyak unforced error. Tercatat bahwa Petenis Tunisia itu melakukan 36 kesalahan, jauh lebih banyak dari Kenin. Sedangkan Kenin tercatat telah melakukan kesalahan sebanyak 16 kesalahan.

Meski sempat meluapkan rasa kekesalan, namun Jabeur tetap memandang positif pencapaiannya di Australia open 2020 kemarin. Perlu diketahui bahwa dia telah menorehkan catatan tersendiri sepanjang kariernya dan catatan tenis bangsa Arab. Tercatat bahwa dirinya telah menjadi petenis bangsa Arab yang tampil di Perempat Final Grand Slam. Tidak hanya itu, sebelum bertanding dia sempat mendapat dukungan melalui  sambungan telepon dari Presiden Tunisia, Kais Saied.

Perjuangan Jabeur di tenis membawa misi kesetaran perempuan bangsa Arab

Diketahui bahwa di balik perjuangannya di tenis, Jabeur selalu membawa misi seperti petenis – petenis perempuan Eropa, Amerika dan negara lainnya. Dia berkeyakinan bahwa perempuan bangsa arab mampu bersaing di event level dunia. Dia bisa membuktikan bahwa dirinya mampu tampil di perempat Final Grand Slam meski dengan perbaikan dari segi fisik dan mental.

Pada 2019 lalu, Jabeur menempati peringkat ke-51 dunia, per September 2019 lalu dia menjadi menjadi satu – satunya petenis bangsa Arab yang berada di posisi tertinggi dalam peringkat dunia. Sebelum dia, ada petenis perempuan arab yaitu Selima Sfar yang menempati urutan ke-75 peringkat tenis dunia pada tahun 2001 yang ternyata adalah mentor dari Jabeur saat ini. Sebelumnya dia juga pernah masuk babak ketiga Grand Slam di Perancis pada 2017 lalu.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here