US Open 2020 Djokovic

FFSPORTZ.COMUS Open 2020 – Beberapa hari lalu, petenis nomor dua dunia yaitu Rafael Nadal buka suara terhadap rencana Asosiasi Tenis Internasional (ATP) dan Asosiasi Tenis Putri (WTA) untuk gelaran tenis bulan depan. Nadal bersikukuh mengatakan kalau turnamen tenis seharusnya tidak di gelar sebelum pandemi corona sepenuhnya hilang.  Bahkan dia sempat menyatakan dengan tegas kalau dirinya tak akan turut serta dalam ATP dan WTA jika memaksakan turnamen digelar kembali. Senada dengan Nadal, petenis nomor wahid dunia, Novak Djokovic juga ragu untuk tampil di US Open 2020. Menurut kabarnya, gelaran tenis US Open 2020 akan tetap digelar sesuai jadwal yaitu pada 24 Agustus mendatang di New York, Amerika Serikat.

Djokovic keluhkan protokol kesehatan yang terlalu ekstrem

Berdasarkan pernyataan Novak Djokovic dalam sebuah wawancara dengan Prva TV, petenis 33 tahun itu merasa sangat tidak mungkin untuk menggelar ajang tenis sekelas Grand Slam di tengah masa pandemi.  Pemicu pernyataan Djokovic adalah peraturan penyelenggara yang diberikan kepada para atlet tenis selama mengikuti turnamen. Dia merasa kalau peraturan tersebut sangat eksterm atau bisa dibilang keterlaluan. Selain itu, seperti yang sudah diketahui bersama bahwa Amerika Serikat merupakan negara yang paling berdampak Covid-19 dengan korban meninggal lebih dari 110.000 jiwa. Menurutnya, bisa dipastikan kalau sangat sulit untuk mendapatkan akses ke Amerika Serikat bagi siapa saja termasuk atlet sekalipun.

Sesuai sedikit dibahas sebelumnya, Petenis Rafael Nadal telah mengungkapkan keengganannya untuk terbang ke Amerika Serikat dan berlaga di US Open 2020 kali ini.  Nadal sangat memperhatikan betul kondisi yang saat ini tengah terjadi, dia peduli dengan keselamatan para pemain dan staf. Selain itu, Nadal juga menyatakan ketidakyakinannya terhadap para atlet bisa tampil di tengah pandemi Covid-19 di negeri Paman Sam itu. dia hanya memastikan kalau turnamen berlangsung secara aman.

Djokovic sebut aturan USTA terlihat sangat rumit

Djokovic mengatakan kalau tidak mungkin para atlet mendapatkan akses masuk Manhattan. Selain itu semua harus tidur di hotel yang ada di bandara sebab harus jalani tes dua hingga tiga kali seminggu. Petenis kelahiran Serbia itu juga tidak setuju dengan aturan atau regulasi yang ketat pihak Asosiasi Tenis Amerika Serikat (USTA). Hal ini dikarenakan mereka selaku penyelenggara membatasi jumlah staf para pemain. Pihak Asosiasi tenis Amerika Serikat hanya membolehkan membawa satu kru saja.

Sementara itu untuk kebutuhan seorang atlet tenis saat berlaga sangat banyak. Kebutuhan tersebut misalnya pelatih, staf kebugaran hingga terapis. Djokovic menyebut kalau aturan USTA terlihat sangat rumit baginya. Namun dia bisa memahami hal itu jika Protokol kesehatan USTA diambil demi alasan finansial dan kontrak yang harus ditepati oleh penyelenggara. Sebagai tambahan informasi saja, pada update tanggal 5 Juni untuk korban corona.  Saat ini korban virus Covid-19 di Amerika Serikat ada 1.923.629 kasus. Korban meninggal ada 110.170 dan untuk yang sembuh ada 707.150 orang.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here