Rafael Nadal

FFSPORTZ.COMRafael Nadal – Berebeda dengan rekan – rekannya yang akan mempersiapkan gelaran tenis skala kecil, sebut saja Adria Tur, petenis nomor dua dunia Rafael Nadal tak mau tergesa – gesa ikut turnamen tenis. Mengapa Rafa berpikiran seperti itu?  Ternyata dengan tenang Rafael Nadal menjawab, bahwa dirinya menyadari mengenai situasi atau pandemi virus covid-19 masih belum berakhir. Menurut pernyataan dari Toni Nadal, mantan pelatih sekaligus paman dari Rafael Nadal dimana dia mengatakan kalau keponakannya sangat peduli dengan imbas dari pandemi virus corona melebihi tenis.  Dari sini sudah jelas dapat ditarik kesimpulan bahwa Nadal tidak akan ikut turnamen sampai ada langkah pengamanan yang sangat jelas.

Nadal mengaku pandemi virus Covid-19 masih jadi ancaman

Menurut penuturan petenis yang meraih Gelar Grand Slam sebanyak 19 itu situasi pandemi virus Covid-19 masih menjadi ancaman digelarnya turnamen tenis. Dia mengatakan kalau tidak seharusnya melanjutkan turnamen hingga situasi aman bagi seluruh pemain. Nadal berharap bahwa dari manapun para petenis, mereka bisa bepergian dan bermain dengan aman. Lalu, ketika ditanya mengenai kesiapan bermain di US Open, Nadal mengatakan jika seandainya ada pihak yang memintanya untuk bermain di US Open hari ini, maka dia akan menolak untuk ambil bagian.

Menurut petenis asal Spanyol itu, Asosiasi Tenis Internasional (ATP) dan Asosiasi Tenis Putri (WTA) harus menunggu hingga situasi kembali normal. Dia mengaku tidak tahu menahu soal bagaimana keadaan beberapa bulan kedepan. Dia hanya berpesan agar menunggu orang – orang kembali ke kehidupan normal. Setelah itu baru melihat bagaimana perkembangan selanjutnya dari virus ini. Jika melihat betapa seriusnya Nadal dalam memperhatikan situasi ini nampaknya hal itu bukan hal pertama. Sebelumnya, dia diberitakan sempat alami kesulitan untuk berlatih lantaran terdampak pandemi virus corona yang benar – benar berdampak signifikan padanya.

Pemerintah Spanyol perpanjang status darurat Corona hingga Juni

Seperti yang diketahui bersama bahwa Spanyol merupakan salah satu negara di Eropa yang memiliki jumlah kasus yang cukup tinggi setelah Italia. Diketahui bahwa pemerintah Spanyol sempat putuskan untuk memperpanjang status darurat krisis virus corona hingga 9 Mei. Beberapa hari lalu,  diberitakan bahwa Pemerintah Spanyol bakal memperpanjang status darurat penanganan virus Corona atau Covid-19 hingga akhir Juni 2020. Menurut pernyataan Perdana Menteri Spanyol, Pedro Sanchez mengatakan hal ini terpaksa diambil seiring terjadinya protes massal terhadap pemerintah pada 16 Mei 2020.

Sejumlah aksi unjuk rasa terjadi di tengah krisis ekonomi dan protes terhadap cara pemerintah menangani wabah virus Corona.  Massa berkumpul melakukan protes sambil memukuli tiang lampu dan panci bahkan meminta pemerintah untuk mengundurkan diri. Pemerintah Spanyol masih berlakukan aturan pembatasan sosial dan ekonomi sambil melakukan pelonggaran lockdown. Tercatat bahwa Pemerintah Spanyol telah melakukan empat kali masa perpanjangan status darurat untuk penanganan virus corona. Sebagai informasi tambahan, update tanggal 3 Juni 2020 kemarin, korban terinfeksi virus corona Spanyol ada 239.932 kasus, 27.127 korban meninggal dan 150.376 orang dinyatakan sembuh.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here