Bulutangkis
jupiterlotto

ffsportz.com – Masih hangat ditelinga kita tentang isu perilaku buruk pebulutangkis India PV Sindhu terhadap sang mantan pelatihnya Kim Ji-hyun. Nampaknya ada respon dari orangtua Sindhu, setelah adanya pernyataan pelatih asal Korea Selatan tersebut ke Media tentang Sindhu yang tidak berperasaan saat dirinya sakit. Sebelum pergi ke Kejuaraan Dunia, Kim sakit parah. Kim menjalani perawatan di rumah sakit dan lima kali mendapat infus, namun tidak ada yang menjenguknya.

Kim juga mengaku disuruh pulang sendiri ke India setelah Sindhu memastikan gelar pada Kejuaraan Dunia 2019 di Basel, Swiss pada Agustus kemarin.

Menurut  PV Ramana sang Ayah yang di kutip dari BolaSport.com, dia ingin memastikan jika sebelum menuduh Sindhu tidak berperasaan, dia ingin mengetahui satu hal penting. Apakah Kim memberitahu Sindhu bahwa dirinya sakit parah dan perlu dirawat di rumah sakkit hingga di infuse? Ramana dengan tegas menyetakan bahwa Sindhu tidak tahu bahwa Kim sakit sehingga perlu diinfus. Ketika pelatih tidak datang untuk melatih, pemain akan menelepon dan kapan anda akan kembali melatih saya?

“Sindhu adalah seorang gadis pekerja keras. Dia ingin tahu kapan bisa melanjutkan latihan mereka. Seandainya dia tahu bahwa kim sakit, apakah kamu piker dia tidak akan bergegas untuk menolongnya di rumah sakit menurut saya, itu bukan pekerjaan Sindhu,”Ujar sang Ayah.

Ramana berpendapat bahwa jika Kim sebagai pelatih, berkewajiban segera memberi tahu pelatih kepala timnas bulu tangkis India Pullela Gopinchand tentang kondisinya.  Katanya, Kim juga tidak memberi tahu Gopi tentang penyakitnya. Kim juga tidaur di rumah salah satu pemain bulutangkis Krishnapriya bukan di apartemennya sendiri yang dekat dengan tempat latihan.

Sementara Gopichand menolak untuk mengonfirmasi atau menyangkal apakah dia diberitahu tentang kondisi Kim. Sindhu selalu menghormati Kim, mengapresiasi kim serta berkontribusi banyak pada perkembangan karier Sindhu.

“Sindhu juga meminta pelatihnya pergi ke New Delhi untuk bertemu Perdana menteri india Narendra Modi. Katakan, berapa banyak elatih yang bisa bertemu dengan perdana Menteri Negara itu?” tambah Ramana

Pihak GopiChand(PGBA) mengatakan kalau Kim tidak senang karena Sindhu dan Saina Nehwal tidak bisa berlatih bersama di bawah asuhannya.  Sebenarnya Kim ingin resign sebelum Thailand Open, awal Agustus 2019 kemarin.namun dia dibujuk pelatih ganda India asal Indonesia Flandy limpele untuk tetap bertahan sampai akhir Kejuaraan dunia dan dia diberi kesempatan untuk memastikan keputusannya untuk keluar atau tidak dari PGBA.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here