Pevoli Asal Kuba Osmel Camejo Durruthy

FFSPORTZ.COMProfil Pevoli – Jika anda mengikuti mata rantai gelaran Proliga 2020 kemarin, pada babak putaran kedua klub Jakarta BNI 46 putra telah menyita perhatian publik voli Tanah Air.  Pada putaran kedua Proliga kemarin mereka berhasil mengalahkan klub kuat Jakarta Pertamina Energi, kemudian mengalahkan klub debutan Lamongan Sadang MHS dan  juga mengalahkan sang juara bertahan  Surabaya Bhayangkara Samator. Hal tersebut dengan jelas memperlihatkan kalau saran sang pelatih yang mengharapkan kalau komposisi pemain akan tetap dipertahankan ternyata terbukti ampuh. Jika melihat komposisi pemain, ada dua pemain voli asing yang memperkuat Jakarta BNI 46 di Proliga 2020 kemarin yaitu  Osmel Camejo Durruthy dan Osmany Camejo Durruthy. Kali ini akan di bahas sedikit tentang Osmel Camejo Durruthy di kancah olahraga voli.

Profil singkat pevoli Osmel Camejo Durruthy

Pevoli Osmel Camejo Durruthy memiliki nama lengkap Osmel Roberto Camelo Durruthy  lahir pada 25 September 1989. Dia pevoli yang berasal dari Kuba dimana kerap berposisi sebagai Receiver atau penerima servis lawan dari Klub El Jaish dan juga merupakan punggawa Timnas putra Kuba. Selain membela Jakarta BNI 46 pada gelran Proliga 2020, Osmel juga membela klub tersebut di gelaran Proliga 2019.  Menariknya, baik Proliga 2019 maupun Proliga 2020, Klub yang di bela Osmel menjuarai putaran kedua. Yang membedakan hanya lawan dan lokasi pertandingan saja.

Osmel yang memiliki tinggi 200 cm atau 2 meter itu merupakan pevoli yang berposisi sebagai Spiker. Ditambah dengan berat badan 82 kg nampaknya memang strategi pelatih Samsul Jaiz memang jitu. Osmel memiliki tugas ganda dalam bermain yaitu sebagai pertahanan sekaligus penyerang. Pevoli yang memiliki catatan spike 351cm ini semakin melengkapi komposisi pemain Jakarta BNI 46. Selain itu, ada para pevoli tangguh yang siap membantu diantaranya Sigit Ardian, Dio Zulfikri, Veleg Dhani Ristan serta yang lainnya.

Prestasi dan gelar Osmel Camejo Durruthy

Jauh sebelumnya, yaitu pada ajang Piala Amerika pada 2005, Osmel memenangkan medali perunggu. Lalu dia juga membawa Kuba menempati peringkat 15 di kejuaraan Dunia FIVB 2006.  Kemudian pada tahun yang sama juga Camejo meminpin tim Kuba menempati posisi 15 di Kejuaraan Dunia FIVB 2006. Dia juga membawa Kuba memperoleh medali perunggu di piala Amerika 2007. Kemudian, Kuba hanya menempati posisi kedua dan tidak lolos kualifikasi untuk Olimpiade Musim Panas 2008 di Beijing, Tiongkok.  Lalu pada tahun 2008, tepatnya pada gelaran kualifikasi Olimpiade pertama di Dusseldorf, Osmel dinobatkan sebagai Set-uper terbaik.

Sementara untuk di kancah Proliga, tepatnya pada Proliga 2019 kemarin, Osmel meraih penghargaan sebagai Best Spiker. Dia bersama skuat lain dari klub Jakarta BNI 46 telah memenangkan putaran kedua Proliga 2019 yang di gelar di GOR Sritex, Solo. Mereka mengalahkan klub Palembang bank Sumsel Babel dengan skor 3-1. Klub yang disponsori utama Bank BNI 46 ini mengumpulkan nilai sempurna yaitu 15 atau tanpa mengalami satu kekalahan pun. Sehingga, Osmel dan kawan – kawan berhak mendapat uang pembinaan sebesar Rp 15 juta. Sama halnya dengan putaran kedua Proliga 2020 kemarin, Jakarta BNI 46 putra juga memenangkan putaran kedua dengan mengalahkan klub tangguh Jakarta Pertamina Energi. Mereka juga lolos ke babak selanjutnya yaitu Final Four sebelum akhirnya kompetisi dihentikan tanpa ada gelar juara.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here