Petenis McEnroe dan Navratilova Kritik Margaret Arena Jadi Evonne Goolagong

FFSPORTZ.COM – Anda pecinta tenis pasti tidak asing dengan Dua legenda tenis, John McEnroe dan Martina Navratilova. Dalam kejuaraan Australia Terbuka 2020, mereka nekad melanggar protokol Australia Terbuka dengan memprotes penggantian nama lapangan Margaret Court Arena menjadi “Evonne Goolagong Arena”. Mereka membentangkan poster yang bertuliskan “Evonne Goolagong Arena” pada salah satu pertandingan saat itu. Aksi dari kedua petenis legendaries Amerika tersebut telah mencuri perhatian publik Australia.

Navratilova membajak Microfon tuntut pergantian nama Margaret Court

Navratilova (63 tahun) bahkan naik ke podium wasit untuk berbicara melalui mikrofon menuntut nama Margaret Court untuk diganti dengan legenda tenis Australia lainnya, Evonne Goolagong, belum selesai bicara, mikrofon akhirnya mati. Navratilova dan McEnroe (60 tahun) mengkritik legenda tenis Australia Margaret Court sebab Court menentang hubungan sesama jenis.

Pada saat yang sama pula mereka mempertanyakan Federasi Tenis Australia yang menggelar penghormatan memperingati 50 tahun Court meraih empat Grand Slam pada 1970 di Australia terbuka. Diberitakan menurut Federasi Tenis Australia bahwa McEnroe dan Navratilova sudah melanggar Protokol. Dan sanksi yang bakal dijatuhkan untuk mereka belum diketahui. Federasi tenis Australia menyatakan bahwa mereka suka dengan keberagaman, Inklusi dan hak orang untuk mengeluarkan pendapat. Namun mereka juga menjunjung protokol dan regulasi untuk menjamin integritas gelaran Mereka.

McEnroe dan Navratilova menolak Margaret Court sebagai nama tempat

Navratilova menyampaikan surat terbukannya di laman tennis.com dimana dirinya sebagai gay secara terbuka. Dia menyatakan nama Court tidak pantas untuk dijadikan nama jalan, bangunan, Bandar udara, Stadion, dan fasilitas publik lainnya. Petenis asal Ceko tersebut membandingkan Margaret court dengan nama – nama atlet kondang seperti Muhammad Ali, Nelson Mandela, Martin Luther King, Billie Jean King, Rod Laver, Rosa Parks dan terakhir nama Kobe Bryant pantas dipakai menggantikan Staples Center. Sedangkan menurutnya, Margaret Court tidak termasuk dalam kategori ini. Nama Court hanya bisa diakui dalam dunia tenis belaka.

Dia merasa bahwa Nama Margaret Arena harus diganti misalnya dengan nama petenis Evonne Goolagong. Diketahui bahwa Margaret Mengukuhkan diri dengan 24 rekor Grand Slam dan Goolagong dengan tujuh Grand Slam yang merupakan penduduk asli dari suku Aborigin.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here