Petenis Dan Pebisnis Maria Sharapova Ucapkan Perpisahan Termanis

FFSPORTZ.COM – Petenis top dunia, Maria Sharapova akhirnya memutuskan untuk pensiun dari jagad tenis. Petenis asal Rusia tersebut memutuskan gantung raket terhitung sejak 26 Februari 2020 lalu. Sharapova tak hanya dikenal sebagai super star tenis, akan tetapi pebisnis dan desainer yang berbakat. Oleh karena itu, pengumuman pensiun petenis 32 tahun tersebut tidak hanya media olahraga, bahkan kabar mundurnya Sharapova dari tenis pertama didengar dari majalah gaya hidup, Vogue dan Vanity Fair. Hal ini tidak lain dan tidak bukan karena Sharapova adalah merek Global, tidak hanya milik dunia tenis.

Perjalanan Maria Sharapova di Kancah tenis dunia

Menurut penuturan Maria Sharapova, dia menggambarkan kehidupan dirinya selama 32 tahun, 18 tahun diantaranya sebagai petenis profesional kemudian sisanya sebagai pebisnis, perempuan biasa dan juga merupakan sebuah merek.  Perjalanan karier tenis Sharapova saat usianya empat tahun, saat dirinya ikut ayahnya bermain di Sochi, Rusia. Perjalanan Sharapova sebagai petenis dimulai ketika dia mulai memegang raket tenis pada usia empat tahun saat mengikuti ayahnya bermain di Sochi, Rusia.

Bakat dari sang ayah di dunia tenis telah menarik perhatian Martina Navratilova saat ekshibisi di Moscow. Kemudian Navratilova menyarankan sang ayah untuk membawa sang anak latihan diluar Rusia. Lalu saat usia enam tahun, Sharapova di bawa ke Akademi Tenis Nick Bollettieri (sekarang bernama Akademi IMG) di Bradenton, Florida, Amerika Serikat. Pertemuannya dengan Max Eisenbund membuat Sharapova semakin dikenal di jagad tenis, puncaknya pada tahun 2004, ketika Sharapova yang masih berusia 17 tahun mampu meraih gelar pertama di ajang Grand Slam Wimbledon dengan mengalahkan Serena Williams. Meski sempat tersandung masalah doping, akan tetapi nama Sharapova tetap melejit sebagai Petenis top dunia.

Maria Sharapova sebagai petenis sekaligus juga pebisnis

Setelah namanya dikenal sebagai petenis top dunia, banyak sponsor berdatangan dari busana, peralatan elektronik hingga mobil mewah. Terhitung sejak tahun 2005 hingga 11 tahun kemudian, Sharapova menjadi atlet putri dengan penghasilan terbesar versi majalah keuangan Forbes. Selain tenis, Sharapova juga menggeluti dunia design dan Bisnis. dia mendeain sepatu dan aksesoris, Cole Haan bahkan dia juga mendesain kostum sendiri bersama Nike pada ajang Grand Slam di Wimbledon 2008.

Eisenbund tidak hanya mampu membawa Sharapova Berjaya di kancah tenis akan tetapi juga menjadi inspirasinya pada bidang Bisnis. Sharapova dan Jeff Rubin (Pendiri Dylan’s Candy Bar) bekerjasama mendirikan merek baru untuk permen, Rubin menamakan ide barunya bernama Sugarpova. Dengan modal US $500.000 , Sharapova meluncurkan Sugarpova di tahun 2013 lalu.  Tak tanggung – tanggung, Sharapova juga belajar bisnis dengan Patrick Kenny (konsultan bisnis artis dan brand terkenal) selain itu juga belajar di Harvard Business School di Boston selama 10 hari. Kemudian belajar langsung dilapangan dengan cara magang di bidang periklanan dan pemasaran Nike di London. Tidak sampai disitu, Sharapova juga belajar di bidang arsitek, yang bekerja sama dengan Dan Meis. Mereka berkolaborasi merancang fasilitas olahraga dan resor serta hotel. Saat putuskan pensiun, Sharapova menduduki peringkat dua petenis terkaya (US $325juta) setelah Serena Williams (US$350 juta)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here