Fakta Malaysia Masters

FFSPORTZ.COM – Fakta bersejarah di jagad bulutangkis bahwa federasi bulutangkis dunia, BWF resmi mengubah aturan format kompetisi level Super Series sekaligus mengganti namanya, menjadi World Tour pada Desember 2017. Selain itu, jika banyak masyarakat mengenal Super Series Premier, Super Series, dan Grand Prix Gold, mulai 2018 akan berbeda. Dari sini bisa dilihat kalau struktur turnamen dalam kalender tahunan BWF juga akan berubah.

Penggolongan Permainan bulutangkis berdasarkan Grade

Rangkaian turnamen bulutangkis di bagi menjadi dua grade yakni Grade satu dan Grade dua. Pada rangkaian Grade Satu merupakan kejuaraan beregu antar negara, misalnya adalah Asian Games, Commonwealth Games, Olimpiade, Piala Sudirman, Piala Thomas dan Uber, dan Kejuaraan Dunia Junior.

Sedangkan untuk Rangkaian Grade Dua adalah turnamen yang mempertandingkan pertandingan antar individu. Pada rangkaian Grade dua ini dibedakan menjadi enam level turnamen. Berikut penjelasannya:

  • Level pertama yaitu World Tour Finals atau sebelumnya dikenal Super Series Masters Finals. Pada turnamen World Tour Finals ini, para atlet akan memperebutkan hadiah sebesar 1,5 juta dollar USA.
  • Level kedua terdapat tiga turnamen yaitu All England, China Open, dan Indonesia Open. Sebelumnya ketiga dikenal dengan nama Super Series Premier, berhadiah minimal 1 juta dollar USA.
  • Level ketiga adalah turnamen yang sebelumnya dikenal dengan nama Super Series. Ada Lima turnamen pada level ini diantaranya Denmark Open, France Open, Korea Open, Malaysia Open, dan Japan Open.
  • Level empat adalah India Open, Malaysia Master, Thailand open dan 4 turnamen lainnya. India Open diturunkan di jajaran turnamen Super Series menjadi Grand Prix Gold.
  • Level kelima sebelumnya dikenal dengan istilah turnamen International Satelite dan Challenger yang memiliki 11 turnamen.
  • Level enam adalah turnamen kontinental, namun jumlah turnamennya belum ditentukan oleh pihak BWF.

Perubahan peraturan di level – level permainan bulutangkis

Pada turnamen level dua dan tiga, babak kualifikasi akan ditiadakan. Hal tersebut dilakukan untuk mempersingkat waktu pelaksanaan turnamen, yang sebelumnya enam hari dipersingkat menjadi lima hari. Kemudian level empat jumlah peserta babak kualifikasi menjadi 8 pemain yang sebelumnya 16 pemain. Dengan perubahan yang ada, maka atlet dengan rangking 15 besar di nomor tunggal dan rangking 10 besar di nomor ganda akan memainkan paling sedikit 12 turnamen dalam setahun. Misalnya, jika atlet berpartisipasi dalam turnamen Piala Thomas dan Uber Cup, maka atlet tersebut akan bermain setidaknya 13-14 turnamen.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here