Pemain Liga Perancis

FFSPORTZ.COMLiga Perancis – Gelaran sepak bola di Eropa sudah banyak yang dihentikan sementara, khusus untuk sepak bola Perancis sudah dihentikan sementara sejak 16 Maret 2020 kemarin. Ligue 1 telah menghentikan sementara seluruh jadwal pertandingan klub akibat mewabahnya virus Covid-19 di Perancis. Dengan dihentikan sementara itu, mengakibatkan pihak Ligue 1 tidak memiliki pemasukan dari sponsor maupun hak siar.  Maka dari itu, untuk menyelamatkan keuangan klub, Federasi Sepak Bola Perancis bersama pejabat Ligue 1 melakukan pemotongan gaji kepada pemain mereka. pemotongan gaji di Perancis ini telah cukup menghebohkan karena direncanakan akan dilakukan pemotongan hingga sebesar 50 persen.

Klub dan pemain Liga Perancis sepakat lakukan pemotongan gaji

Dengan keadaan yang bisa dibilang belum kondusif seperti ini, Klub-klub dan para pemain di Liga 1 dan Liga 2 Perancis menyepakati perjanjian peraturan yang tidak mengikat tentang gaji pemain.  Menurut laporan dari xinhuanet.com, selama jangka waktu tertentu, para pamain sepakbola di Perancis bersedia mengalami pemotongan gaji. Kemudian ditambah lagi dengan pernyataan dari Persatuan Pesepak Bola Profesional Nasional Perancis atau UNFP, mereka mengatakan kalau para pemain sudah mendapat jaminan bahwa sisa gaji mereka akan dipenuhi ketika hak siar televisi sudah dipenuhi.

Sebagaimana sudah banyak diketahui bahwa uang hak siar adalah salah satu sumber utama klub. Kemudian ada sejumlah lembaga penyiaran Canal+ dan beIN Sports masih menunda pembayaran hak siar karena masih terkendala mewabahnya virus Covid-19. Kata dari Presiden UNFP, Philippe Piat menuturkan kalau idealnya gaji para pemain akan mendapatkan sebagian dari gaji bulan April. Piat juga mengatakan kalau perjanjian tidak mengikat itu tidak bisa disahkan dalam Undang – undang Ketenagakerjaan Perancis. Sementara sebagian besar pemain tidak menentang perjanjian tidak mengikat itu.

Rincian gaji pemain setelah perjanjian tidak mengikat dibuat

Menurut laporan dari The Guardian, Negara Perancis memiliki sistem keuangan yang disebut “Chomage Partiel”. Sistem ini menerapkan klub untuk membayar 70 % gaji kotor kepada para pemain dan pemerintah membayar kembali kepada klub sebesar 4.850 Euro per bulan atau sekitar Rp 83 juta. Jika para pemain Ligue 1 setuju dengan pemotongan gaji, mereka harus menandatangani perjanjian bahwa mereka setuju dengan keputusan tersebut demi membantu keuangan klub. Namun pemotongan gaji tersebut hanya berlaku kepada pemain yang mendapatkan gaji diatas 10 ribu Euro atau sekitar Rp 171 juta per bulan. Menurut sebuah laporan ada sekitar 70 % dari pemain sepak bola Profesional di Perancis menerima gaji kotor yang tetap menerima seluruh gaji mereka.

Pemotongan gaji pemain dimulai dengan kisaran 20 persen dan pemain bergaji paling mahal akan paling terkena dampak dari perjanjian tidak mengikat itu. Pemotongan sebesar 20 % bagi pemain dengan gaji antara 10 ribu hingga 20 ribu Euro. Kemudian 30 % untuk penerima gaji 20 ribu hingga 50 ribu Euro dan 40 % untuk penerima gaji 50 ribu hingga 100 ribu Euro. Sementara untuk pesepak bola dengan gaji diatas 100 ribu Euro atau sekitar Rp 1,7 miliar akan mendapat pemotongan sebesar 50%. Peranturan pemotongan gaji harus mendapatkan persetujuan dari dewan Direksi Urusan Umum Liga Sepak Bola Profesional Perancis.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here