Hendri Saputra
jupiterlotto

FFSPORTZ.COMBulutangkis – Seperti yang sudah diketahui bersama bahwa Lin Dan, raja bulu tangkis asal Tiongkok resmi gantung raket pada Sabtu, 4 Juli 2020 kemarin. Menurut pengakuannya, Usia dan fisik menjadi salah satu faktor mengapa dia memutuskan untuk gantung raket. Sejumlah gelar dan prestasi yang luar biasa telah dia raih selama berkarier di jagad bulu tangkis. Tercatat Lin Dan sudah berkiprah di olahraga bulu tangkis selama 20 tahun dimana dimulai sejak tahun 2000 silam.  Dengan diambilnya keputusan ini, maka sudah dipastikan bahwa Lin Dan tak akan mengikuti Olimpiade Tokyo tahun depan. Kali ini muncul kabar dari salah satu pelatih tunggal putra Indonesia mengenai keputusan Pensiun dari anggota Top Four Kings tersebut.

Pelatih tunggal putra nilai pensiunnya Lin Dan tak pengaruhi turnamen

Hendri Saputra yang merupakan pelatih bulu tangkis tunggal putra Tanah Air memberikan suara atas keputusan pensiun pebulu tangkis Tiongkok, Lin Dan. Hendri menilai bahwa pensiunnya Lin Dan tak pengaruhi terhadap persaingan tunggal putra di berbagai kejuaraan dunia secara signifikan. Tercatat bahwa saat memutuskan pensiun kemarin, Lin Dan berusia 37 tahun. Dengan usia tersebut, menurut Hendri rasanya wajar kalau Lin Dan menyatakan untuk pensiun. Sang pelatih itu mengatakan kalau Lin Dan memang bagus, tapi tidak seperti dulu. Inilah yang menjadi alasan mengapa Hendri berikan penilaian seperti itu pada Lin Dan.

Hendri juga mengatakan kalau meskipun turnamen bulu tangkis tidak ada Lin Dan, peta kekuatan bulu tangkis di sektor tunggal putra tidak akan ada yang berubah. Menurut penilaian Hendri, sejumlah atlet bulu tangkis papan atas dunia lain masih akan tetap menjadi lawan yang cukup merepotkan bagi pemain tunggal putra Indonesia yakni Anthony S. Ginting dan Jonatan Christie. Sebagai pelatih, Hendri juga menyayangkan keputusan pensiun Lin Dan, tapi semua ada waktunya masing- masing. Menurutnya, mungkin kondisi ini adalah yang terbaik bagi seorang Lin Dan.

Hendri sebut Lin Dan merupakan pemain yang bagus di masanya

Penampilan Lin Dan menuju akhir masa pensiun kemarin kurang begitu mengesankan bahkan cenderung buruk. Misalnya pada Olimpiade Rio 2016, pemain berjuluk Super Dan itu gagal meraih medali emas ketiganya, dia kalah dari Lee Chong Wei di babak semifinal. Bahkan dia gagal amankan medali perunggu karena direbut oleh Viktor Axelsen. Kemudian, pada ajang bulu tangkis bergengsi, All England 2020 kemarin, Lin Dan hanya mampu menembus 16 besar dan ini bisa dibilang yang terburuk selama kariernya.

Walhasil, peringkat pemain kidal itu kian merosot. Sebelum pensiun, peringkat Lin Dan berada di urutan 19 BWF dan peluang untuk bisa tampil di Olimpiade Tokyo tahun depan pun sangat tipis. Hendri menyebut kalau Lin Dan merupakan pemain yang bagus pada masanya. Menurut catatan, Lindan memang beberapa kali unggul saat bertemu dengan Anthony dan Jojo. Lin Dan unggul 3-2 saat bertemu dengan Anthony, sementara saat bertemu dengan Jojo, dia unggul 4-3.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here