Pelatih Jakarta Pertamina Energi Sempat Bercita – Cita Ingin Jadi Pianis
jupiterlotto

FFSPORTZ.COM – Jika anda mengikuti seluruh mata rantai pertandingan bola voli yang paling bergengsi Proliga 2020, pasti tahu tim yang sempat juara di putaran pertama. Benar, tim Jakarta Pertamina Energi (JPE) putra adalah pemenang proliga 2020 putaran pertama. Dibalik ketangguhan tim JPE ternyata ada juru taktik yang luar biasa yaitu Pascal Wilmar. Pria tinggi besar, dengan wajah Blasteran ini juga sempat menjadi pembawa obor di pawai yang digelar di Bali dan Palembang. Harap diketahui bahwa Pelatih Jakarta Pertamina Energi ini bukan orang sembarangan, dia adalah mantan pemain voli yang sangat disegani pada masanya.

Cita – cita Pascal waktu kecil adalah seorang pianis

Siapa yang sangka dibalik tubuh kekar dan jago dalam bermain bola voli, ternyata Pascal Wilmar miliki kisah menarik sewaktu kecil. Sejak awal Pascal  ternyata tak langsung ingin menjadi seorang atlit bola voli. Diketahui bahwa ternyata sewaktu masih kecil dirinya memiliki bakat bermain Piano. Sejak kecil, tepatnya waktu usia tujuh tahun, dia sempat les piano, berharap kalau kelak bisa menjadi Pianis yang hebat.

Sementara awal kisah pascal bermain voli dimulai setelah dia liburan kerumah kakeknya di Maluku. Secara tiba – tiba dirinya ditawari untuk gabung bareng di sebuah klub voli dari daerah tersebut. Akhirnya tawaran tersebut diterima dan kehidupan di dunia voli tampaknya adalah kehidupan yang selam ini dia cari. Dia merasa bahwa passion-nya adalah voli, olahraga beregu, jalin kekompakan, kebersamaan dan itu semua menarik. Wakhasil berkat kegigihan dan kedisiplinan dalam berlatih, pada tahun 1991, Pascal mendapat undangan buat ikut seleksi tim nasional voli Indonesia. Tetapi sayang, dia tidak masuk timnas.

Pascal dapat gelar pemain terbaik di Asean University Games ke-7

Setelah tidak terpilih mewakili timnas, Pascal tidak menyerah begitu saja, dirinya terus berlatih. Berkat kegigihan, kesabaran dan ketekunan, dua tahun kemudian akhirnya dia diterima sebagai pemain nasional voli. Tidak tanggung – tanggung, begitu masuk Pascal langsung mempersembahkan kemenangan di Asean university Games 1992. Selain itu, pada gelaran ke-7 turnamen Asean yang digelar di Selangor, Malaysia tersebut pascal mendapat gelar pemain voli terbaik berupa MVB Player.

Setelah meraih kesuksesan di Asean university games 1992, Pascal Wilmar kembali dipercaya untuk menjadi salah satu kontingen bola voli Indonesia di ajang SEA Games 1993, di Singapura. Semua lawan – lawan cabang voli dihabisi dan mempersembahkan medali emas untuk Indonesia. Setelah lama pensiun dari bola voli ternyata membuat tangan Pascal Wilmar gatal ingin berkecimpung di olahraga yang membesarkan namanya. Dia merasa kalau dirinya mampu menghasilkan atlet – atlet hebat yang mampu meneruskan bakatnya. Dua tahun terakhir dirinya kembali disibukan untuk melatih sebuah klub voli di Jakarta, pascal melakukan dengan ikhlas, tanpa mengaharapkan imbalan gaji. Dan terbukti, anak asuh Pascal Wlmar cukup bersinar di Proliga 2020 , meski turnamen tersebut harus berhenti di tengah jalan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here