Petenis Amerika

Berita Tenis – Sama halnya dengan basket yang digelar di Orlando, Florida, atlet tenis yang bertanding di ATP/WTA Cincinnati dan Grand Slam US Open 2020 juga menerapkan Bubble atau gelembung. Mereka hanya beraktifitas di Hotel dan lapangan setiap hari. Para atlet tenis jalani kehidupan sehari – hari dalam gelembung di New York selama turnamen. ATP/WTA Cincinnati dan Grand Slam US Open. Mereka mencoba menciptakan lingkungan “normal”, meski geraknya sangat terbatas.

Panitia dan Petenis Ciptakan Lingkungan Normal ala Mereka Sendiri

Hidup dalam area terbatas, panitia dan petenis ternyata menciptakan lingkungan “normal” ala mereka sendiri. Pada musim ini, kompleks lapangan tenis Billie Jean King di Flushing Meadows, New York City menggelar US Open (31 Agustus-13 September) dan ATP/WTA Cincinnati pada 22 hingga 28 Agustus. Pandemi menjadi alasan  menggabungkan kedua ajang besar beruntun yakni ATP Masters 1000 untuk putra dan WTA Premier 5 untuk putri.

Pihak Asosiasi Tenis Amerika Serikat (USTA) enciptakan lingkungan tersebut dengan target untuk menghidupkan kembali kompetisi tenis yang terhenti sejak Maret. Lingkungan ini tak hanya dibuat sebagai arena pertandingan, akan tetapi juga sebagai tempat tinggal. Sebagian besar atlet ditempatkan di hotel di wilayah Long Island misalnya Andy Murray, John Isner, Cori “Coco” Gauff dan lainnya. Untuk yang miliki uang lebih bisa tinggal di rumah sewa namun, dengan syarat ada petugas keamanan 24 jam demi menjaga keamanan. Langkah menyewa rumah di lakukan Djokovic dan Serena Wiliams.

USTA Menerapkan Protokol Ketat Selama Pertandingan

Seperti yang diketahui bahwa turnamen tenis yang digelar di Amerika Serikat kali ini menerapkan protokol yang ketat. Untuk memastikan hal itu, misalnya jaga jarak, pihak USTA telah mengubah semua fasilitas yang biasanya digunakan penonton untuk pemain. Ada aturan pengurangan kapasitas petenis di dalam ruang ganti seperti, petenis yang menjadi unggulan 32 besar disediakan tempat khusus, misalnya balkon, di Stadion Arthur Ashe.

Meski bukan turnamen tenis pertama digelar usai masa jeda, ATP/WTA Cincinnati dan US Open menjadi sorotan karena merupakan turnamen besar. Diketahui bahwa ada turnamen WTA yang yang telah digelar sebelumnya yakni Palermo, Lexington, dan Praha sejak awal Agustus kemarin. Semua skenario yang dipakai menjadi patokan atau contoh untuk turnamen berikutnya. Semua fasilitas ekstra disediakan panitia demi menjaga kesehatan dan keselamatan semua yang terlibat meski harus kehilangan 80 persen pendapatan karena tidak ada penonton. Lalu, biaya ekstra didapatkan dari pemotongan total hadiah, sekitar lima persen, jadi lebih kecil dibandingkan 2019.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here