Wallace de Souza

Berita Atlet Voli – Menjadi pencetak poin atau skor terbanyak untuk penantang bola voli abadi seperti di tim nasional putra Brasil mungkin tampak seperti tugas yang menakutkan bagi banyak orang, tetapi Wallace de Souza telah menjalankan tugasnya dengan sangat bagus. De Souza tercatat telah menjadi anggota tim nasional Brasil sejak 2010. Ujian besar pertamanya ketika membela timnas Brasil pada Olimpiade London 2012. Dia dipanggil untuk menggantikan pemain starter yang sedang alami cedera, Leandro Vissotto.

Wallace de Souza Membawa Timnas Voli Putra Brasil Meraih Kesuksesan Besar

Meski pada Olimpiade London 2012 Brasil hanya meraih perak dengan mencetak 27 poin, namun  de Souza  berhasil menyakinkan tentang masa depan posisi tersebut. Pada saat di laga final Olimpaide tersebut, Brazil harus mengakui keunggulan Tim Rusia. Sejak saat itu pria yang kini berusia 33 tahun tersebut telah membawa Brasil menjadi tim terbaik di Amerika Selatan dan meraih kesuksesan besar. Termasuk didalamnya di piala Grand Champions Dunia Bola Voli FIVB 2013 dan 2017. Kemudian, medali perak di Kejuaraan Dunia Putra FIVB 2014 dan 2018 serta tentu saja dengan emas di Olimpiade Rio 2016.

De Sauza berperan penting bagi Timnas Brasil dalam beberapa hasil ini saat dia terpilih sebagai opposite terbaik di Grand Champions Cup 2013 dan Olimpiade Rio 2016, dan juga di tahun 2014, 2016, dan 2017 di ajang FIVB Volleyball World League. Sebenarnya, perayaan gelar internasional pertama pria kelahiran Sao Paulo itu dimulai pada tahun 2007 silam ketika dia membantu Brasil memenangkan Kejuaraan Dunia U-21 World Championship. Dia adalah satu-satunya anggota dari skuad yang menikamti karier pamnjang dan sukses bersama tim senior.  

De Souza Capai Keberhasilan di Karier Internasional sejak di Level Klub

Keberhasilan karier internasionalnya sebenarnya sudah diraihnya ketika di level klub, terutama selama tujuh tahun membela klub Sada Cruzeiro Volei, antara 2009 dan 2016. Dalam periode itu, dia berjuang bersama beberapa anggota tim nasional saat ini diantaranya setter William Arjona, middle blocker Eder Carbonera, dan outside hitter Yoandy Leal dan Mauricio Borges. De Souza memimpin klub meraih dua kemenangan di Men’s Club World Championship, tiga kemenangan di Kejuaraan Klub Amerika Selatan dan empat gelar di Superliga Brasil.

Sekali lagi, Wallace memperoleh beberapa penghargaan individu selama prosesnya, termasuk penghargaan pemain terbaik (MVP) di Men’s Club World Championship 2014 dan hadiah opposite terbaik di edisi turnamen berikutnya dengan masuk tiga nominasi spiker terbaik di Superliga. Usai menghabiskan dua musim terakhir bersama Taubate dan SESC-RJ, de Sauza baru-baru ini memulai petualangan internasional pertamanya sebagai opposite bersama Spor Toto Kulubu di Liga Turki pada musim 2020-2021.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here