Berita voli

ffsportz.com – Nandita Ayu Salsabila atau biasa disapa Ayu ini adalah seorang atlet voli muda yang lahir pada tahun 1997. Ia tumbuh dari sebuah keluarga yang akrab dengan olahraga dimana, sang ayah sempat menekuni olahraga sepakbola dan menjadi pemain sepakbola professional sedangkan sang ibu pernah menjadi pemain voli professional. Tak heran jika bakat sang ibu menurun kepada sang anak.

Karena itu, ia akhirnya memilih jalan sebagai pemain voli dan juga terpilih sebagai pemain yang baik karena turut berperan dalam membawa Indonesia meraih sejumlah gelar juara sehingga, ia menjadi pemain terkenal di Indonesia. Sang pemain memiliki sejumlah fakta yang ada dan berikut fakta-fakta menariknya.

Sudah bermain voli sejak kecil

Bakat volinya menurun sejak kecil karena ia diasuh oleh sang ibu yang merupakan atlet voli professional. Sang ibu bahkan turut mengajarkan Ayu beberapa Teknik yang ia tidak diketahui. Dimulai dari Teknik passing, sang pemain akhirnya mampu mempelajari Teknik voli dasar yang bagus.

Melihat anaknya memiliki kegemaran yang sama dengan dirinya, ibunya mulai menaruh perhatian kepada sang anak untuk bermain lebih serius. Selain ayah dan ibunya yang atlet, kedua adik dari Ayu juga berkarir di bidang yang sama. Adik pertamanya, Tasya juga bermain di volid sedangkan adiknya yang paling kecil, Rizky bermain di bidang sepakbola.

Berada dalam keluarga yang menekuni bidang yang sama, Ayu semakin yakin untuk menjalani karir sebagai seorang pemain voli dan ia akhirnya memilih jalan sebagai pemain voli dan mengikuti pelatihan di Ragunan.

Ikut Kejuaraan Sejak SMP

Ayu sudah mengikuti kejuaraan yang diselenggarakan secara nasional ketika duduk di kelas 2 SMP dengan membela Jakarta. Penampilannya yang gemilang di turnamen tersebut,membuat ia terpilih untuk mengikuti ASEAN School Games 2012 yang diadakan di Thailand. Saat itu, ia menjadi pemain timnas yang paling muda.

Pada tahun itu juga, Ayu diajak untuk bergabung dengan Jakarta Popsivo Polwan untuk berkompetisi di Proliga. Hebatnya, ia berhasil membawa Popsivo menjadi juara Proliga selama dua kali secara berturut-turut, pada tahun 2012 dan 2013.

Pemain yang berposisi sebagai open spike ini terpilih untuk masuk dalam Timnas Indonesia untuk mengikuti turnamen SEA Games Myanmar 2013. Sayangnya, Indonesia hanya bisa meraih perunggu.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here