Atlet Voli Jenia Grebennikov
indoagen

Fakta Atlet Voli – Pernah mendengar ada pepatah “buah apel tidak jatuh jauh dari pohonnya”? Pepatah ini memang sering didengar dalam kehidupan sehari – hari untuk berbagai hal. Dalam hal olahraga nampaknya ini juga sangat pas. Seperti pada kesempatan kali ini dalam kasus Jenia Grebennikov dimana dirinya menerima warisan dari sang ayah ke tingkat yang lebih tinggi. Dia terus membuat para penggemar bangga dengan tim nasional Perancis dan di Liga A1 papan atas Italia. Mulai pada tahun ini, Jenia akan melihat terobosan baru dengan klub ketiganya di negara ini.  Sebelumnya Jenia Grebennikov merupakan atlet voli Timnas Perancis berdarah asli Rusia.

Jenia Grebennikov Mewarisi Darah Voli dari Sang Ayah

Jenia Grebennikov lahir di kota Rennes, Perancis pada 13 Agustus 1990.  Jenia  memiliki ayah kandung dimana mantan pemain voli dan pelatih klub lokal. Jenia tumbuh sebagai atlet voli dan bermain di bawah bimbingan sang ayah selama satu dekade pertama karirnya bersama Rennes. Sang ayah, Pastor Boris lahir pada 1958 di Temirtau  dimana waktu itu masih merupakan Republik Sosialis Soviet Kazakhstan. Boris memiliki karir yang termasyhur ketika memperkuat Dorozhnik Almaty. Ketika memutuskan pindah ke luar negeri pada tahun 1989, dia kemudian mendirikan klub di Rennes.

Sejak kecil, Jenia telah  menghabiskan tahun-tahun formatifnya di bawah pengawasan ayah sebagai pelatihnya. Pada awalnya, Jenia bermain hoki es dan akhirnya dia memutuskan untuk bermain bola voli.  Kemudian,  akhirnya dia menjadi atlet voli.  Pevoli 30 tahun itu meraih hal yang besar dengan mengklaim gelar nasional pertama dalam karirnya ketika Rennes memenangkan Piala Perancis pada tahun 2012. Lalu, dia mencoba peruntungan dengan karier profesionalnya di luar negeri dengan pindah ke Jerman. Sejak 2013 bergabung dengan VfB Friedrichshafen selama beberapa musim sejak 2013, meraih satu gelar kejuaraan nasional dan dua gelar piala dalam perjalanan kariernya.

Karier Voli Internasional Jenia Semakin Cemerlang

Setelah berkarier di Jerman, pada 2015 silam, dia memtuskan untuk melanjutkan perjalanan ke Italia. Di Italia dia bergabung dengan klub Cucine Lube Civitanova. Selama tiga musim bersama klub tersebut, Jenia sangat produktif dan meraih medali perak di Kejuaraan Dunia Klub Bola Voli putra FIVB 2017 . Ditambah dengan satu medali perak dan dua perunggu dari Liga Champions Eropa. Dalam klub unggulan tersebut, Jenia dinobatkan sebagai libero terbaik di tiga Liga Champions berturut – turut pada 2017, 2018 dan 2019. Sebelumnya perlu diketahui bahwa Jenia Grebennikov melejit sebagai libero timnas Perancis sejak debutnya pada 2011 silam.

Tak hanya di Internasional, selama periode ini, Jenia mampu membawa klub Lube merebut juara Italia pada 2016 dan 2017.  Pada tahun 2018, Jenia pindah ke utara untuk bergabung dengan Diatec Trentino. Klub tersebut menjadi klub unggulan dan memenangkan gelar di Kejuaraan Dunia Klub FIVB 2018. Setelah memperkuat dan mempersembahkan gelar juara bagi Trentino, bintang Perancis itu sekarang bergabung dengan Azimut Modena. Dia adan Azimut akan menantikan musim 2020/2021 dan akan membuka kesempatan untuk terus meraih gelar dan penghargaan individu. Sedikit informasi tambahan pada 2015,  dia memenangkan gelar European Champion, lalu medali emas di  World League (2015, 2017).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here