Metta World Peace

FFSPORTZ.COMLegenda NBA – Hampir bersamaan dengan keputusan pensiun Kobe Bryant, pebasket Metta World Peace juga memutuskan untuk pensiun sebagai pemain sejak 2017 lalu. Metta World Peace atau yang dulunya dikenal dengan nama Ron Artest tercatat bermain untuk Los Angeles Lakers sejak 2015 lalu. Sebelumnya, Metta diketahui membela LA Lakers dua kali, pertama pada 2009 – 2013 kemudian jeda satu tahun, baru dimulai lagi 2015 hingga 2017 dan akhirnya pensiun. Dia berhasil membawa LA Lakers juara pada 2010. Lalu setelah memutuskan untuk pensiun dari NBA apa yang menjadi kesibukan Metta?

Metta menjadi pelatih NBA G League Lakers usai pensiun

Usai tidak lagi menjadi pebasket NBA, Metta diketahui telah memiliki dua kesibukan. Pertama dia tetap menjadi salah satu pemain basket di liga 3×3 veteran yang digagas oleh Ice Cube, BIG3. Sementara yang menjadi pekerjaan utamanya adalah menjadi pelatih pengembangan ketangkasan pemain (player development) untuk tim NBA G League Lakers di South Bay Lakers. Diketahui bersama kalau dalam dunia olahraga minimal harus punya target yaitu juara, hal ini ditanamkan di setiap pemain klub dan bahkan pelatih. Sebagai pelatih, Metta juga sempat mengutarakan keinginan atau target yang ingin dia capai sebagai pelatih pada akhir 2019 lalu.

Pada waktu itu, ada posisi Kepala Pelatih yang kosong di New Yorks Knicks, sehingga Metta sempat mengungkapkan untuk mengisi kekosongan tersebut. Jabatan sebagai pelatih kepala New Yorks Knicks sebelumnya dipegang oleh David Fizdale.  Akan tetapi, dari sudut Knicks, Metta bukan sosok pilihan yang menggantikan David Fizdale. New Yorks Knicks memilih untuk mengangkat Mike Miller. Usut punya usut, Metta ingin melatih Knicks tidak semata mata karena saat itu ada jabatan kosong tetapi ada maksud yang lain juga. Sangat menarik bahwa sebenarnya maksud lain Metta adalah menjadi pelatih Knicks merupakan tujuan hidup saat ini. Hal itu diketahui ketika Metta berbincang – bincang dengan legenda basket NBA lain, Baron Davis. Metta mengungkapkan tekad bulatnya untuk mengejar mimpinya tersebut.

Metta ingin harumkan nama Knicks sebagai ikon New Yorks

Metta saat ingin sekali menjadi Kepala Pelatih dari Knicks dan itu adalah satu – satunya pekerjaan yang dia inginkan. Dia tidak memperdulikan tawaran lain selain menjadi Kepala Pelatih.  Metta juga sempat mengungkapkan kalau dia tidak ingin memulai dari bawah. Misalnya, dia tidak ingin menjadi asisten pelatih lebih dulu, melainkan Metta ingin langsung memimpin klub tersebut. Hal ini diketahui karena banyak tawaran yang datang kepadanya lebih kearah menjadi asisten pelatih lebih dulu padahal dia tidak tertarik.

Di sisi lain, sebagai orang yang lahir di Queens, New York, Amerika Serikat, Metta ternyata ingin mengharumkan nama Knicks kembali sebagai ikon dari New York. Untuk diketahui bahwa pebasket 40 tahun itu sempat membela Knicks di musim 2013 – 2014. Akan tetapi Metta hanya bermain sebanyak 29 kali dan kontraknya dihentikan ditengah jalan. Sejak 2014, Knicks sudah tidak pernah lolos ke play off, bahkan Knicks tak pernah di urutan 10 besar dengan catatan dua kali menjadi juru kunci Wilayah Timur. Kian hari kian memburuk dialami Knicks diantaranya program yang tidak jelas, manajemen yang berantakan. Knicks bersama Minnesota Timberwolves dan Sacramento Kings sama – sama mendapat predikat sebagai organisasi terburuk dekade ini. Mungkin saja dengan masuknya Metta ke Knicks akan membawa angin perubahan baru.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here