Mantan Ratu Bulutangkis Dunia Carolina Marin Beri Pesan Moril Atas Wabah Corona

FFSPORTZ.COM – Seperti yang sudah disinggung dalam artikel sebelumnya bahwa turnamen All England Open 2020 adalah turnamen terakhir di gelar sebelum akhirnya ditangguhkan hingga waktu yang belum ditentukan. Setelah selesaikan turnamen bulutangkis yang paling bergengsi tersebut, para atlit bulutangkis tanah air telah menjalani masa karantina atau isolasi mandiri. Dalam mengisi masa penangguhan turnamen Bulutangkis, para atlit jalani latihan di Pelatnas, Cipayung dan selalu menjaga kesehatan. Hal yang serupa juga dijalani banyak atlit bulutangkis lainnya, sebagai contoh mantan ratu bulutangkis duni, Carolina Marin.

Pesan dan motivasi Carolina Marin kepada para penggemarnya

Dalam menjalani masa karantina mandiri, atlit bulutangkis Carolina marin telah memberikan pesan dan motivasi kepada para penggemarnya. Pebulutangkis yang memiliki nama lengkap Carolina María Marín Martín itu berpesan melalui akun media social Twitter miliknya, Marin menuliskan bahwa dengan mewabanya virus corona ini  membuat hari – hari semakin sulit dan ini adalah hal yang langka, namun kita akan mengatasinya. Dia menambahkan bahwa semua harus Sabar, tenang dan berani, mungkin dari sebelumnya. Kita semua harus berjuang dari hari demi hari.

Pebulutangkis  Carolina Marín lahir di Huelva, Spanyol, pada 15 Juni 1993. Dia adalah pebulu tangkis tunggal putri asal Spanyol yang saat ini berusia 26 tahun. Marin tercatat sebagai pemain bulutangkis peringkat 1 selama 66 minggu. Menariknya pada gelaran Olimpiade Rio 2016, Brazil, dia meraih medali emas di cabang bulutangkis. Marin juga tercatat sebagai juara tunggal putri pertama di dunia yang mampu meraih juara sebanyak tiga kali yaitu pada tahun 2014, 2015 dan 2018.

Gelar mahkota juara Carolina Marin akhirnya lengser

Pemilik gaya bermain yang ofensif dan smes yang keras ini telah menjadi sorotan para pecinta bulutangkis. Gaya permainannya yaitu memadukan gaya bermain Eropa dan Asia. Marin terkenal dengan gaya smes keras dengan posisi badan atau gerakan badan menukik ke belakang lapangan dan teknik ini cukup susah dilakukan oleh pebulu tangkis lain.  Selain itu, dia juga memiliki kemampuan yang bagus untuk membaca permainan dan mengantisipasi lawan di lapangan, Marin terkenal memiliki gerak kaki yang cepat dan gesit dalam pengembalian shuttlecock.

Terlepas dari gaya bermain yang luar biasa, Pada tahun 2019 lalu mungkin bisa dikatakan bahwa sebagai tahun yang buruk bagi Marin. Carolina Marin memiliki pengalaman yang pahit di turnamen Indonesia Master 2019. Dia terpaksa absen kurang lebih selama tujuh bulan di semua ajang bulutangkis dunia. Pebulutangkis 26 tahun tersebut mengalami cedera Anterior Cruciate Ligaments (ACL) saat bertarung dengan pebulutangkis asal India Saina Nehwal di final Indonesia Masters bulan Januari 2019. Selama menjalani perawatan, dia terpaksa mengubur impiannya untuk naik podium juara di turnamen besar bulutangkis misalnya All England Open Badminton Championships 2019, Indonesia Open 2019, Malaysia Open 2019, Singapore Open 2019, Thailand Open 2019. Bahkan mahkota juara bertahan Japan Open 2019 akhirnya harus melayang.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here