Lee Chong Wei

Legenda Bulutangkis – Di masa-masa yang belum pernah terjadi sebelumnya dan menantang ini, apalagi kalau bukan adanya pengaruh pandemi virus corona, pebulutangkis top Lee Chong Wei pun kehilangan kata – kata. Usai bermain di delapan kejuaraan Piala Thomas yang dimulai sejak edisi 2004 Jakarta, mantan atlet bulu tangkis tunggal putra Malaysia tersebut tak bisa memberikan banyak nasihat kepada skuad muda. Skuad muda Malaysia tengah bersiap berlaga di Piala Thomas dan Uber di Aarhus, Denmark pada 3-11 Oktober mendatang.

Lee Chong Wei Harap Atlet Muda Malaysia Kesampingkan Ketakutan pada Pandemi

Lee Chong Wei dan semua atlet bulu tangkis dunia tidak pernah berhadapan langsung dengan pandemi global Covid-19 yang hampir membatalkan seluruh tahun 2020 kali ini sebelumnya. Akan tetapi, Chong Wei berharap para atlet muda Malaysia kesampingkan ketakutan pada pandemi dan melakukan yang terbaik di turnamen. Sebelumnya BAM sudah umumkan 20 skuad terakhir piala Thomas dan Uber 2020. Goh V Shem/Tan Wee Kiong menjadi pemain penting yang absen.

Chong Wei mengatakan bahwa ini waktu yang aneh bagi semua orang. Kejuaraan piala Thomas dan Uber adalah ajang bulu tangkis paling bergengsi di dunia. Ini adalah piala dunia bulu tangkis. Dia berharap para pemain muda tidak terlalu mengkhawatirkan faktor eksternal dan tetap fokus pada untuk mengharumkan nama bangsa. Dan yang lebih penting lagi yaitu berlatih keras dan hindari cedera karena turnamen masih kurang dari sebulan lagi.

Chong Wei Ingin Para Atlet Muda Malaysia Disiplin Berlatih dan Jaga Kebersihan

Awal pekan lalu diketahui bahwa Taiwan dan PV Sindhu (tunggal putri India) mundur dari Piala Thomas dan Uber. Chong Wei sama sekali tidak terkejut dengan hal itu. Pria 38 tahun itu memprediksi lebih banyak pemain yang akan mengundurkan diri saat turnamen semakin dekat. Peraih perak Olimpiade tiga kali itu ingin para atlet muda Malaysia untuk disiplin berlatih dan menjaga kebersihan selama turnamen.

Selain itu, Chong Wei juga mengaku tidak tahu apakah Denmark atau bahkan Federasi Badminton Dunia memiliki prosedur operasi standar yang sama seperti Malaysia lakukan. Setiap pemain harus menjaga diri mereka dengan memakai masker setiap saat, apalagi diluar ruangan, cuci tangan dan memperhatikan social distancing.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here