Voli

ffsportz.com – Tahun depan ada kabar gembira dari jagad bola voli kabupaten lamongan. Kota yang terletak di propinsi jawa Timur ini akan memiliki tim Proliga, dimana proliga merupakan kompetisi bola voli kasta tertinggi di Indonesia. Klub yang dimiliki Lamongan adalah lamongan Sadang MHS, Klub yang saat ini bermarkas di desa Tlogosadang, kecamatan Paciran. Meski tim ini baru pertama kali mengikuti Proliga 2020, namun klub tersebut optimis akan bisa menorehkan prestasi.

Dalam proliga tahun depan hanya terisi 6 slot untuk tim putra maupun tim putrid. Enam tim putra yang akan mengikuti Proliga 2020 diantaranya Jakarta Pertamina Energi, Surabaya bhayangkara Samator, Jakarta BNI 46, Palembang bank Sumselbabel, Jakarta Garuda dan Lamongan Sadang MHS.

“ Walaupun lima tim tersebut sudah professional dan malang melintang beberapa tahun di Proliga, sebagai pendatang  baru kami harus bisa menunjukkan kemampuan untuk menjadi juara,” tegas manajer lamongan Sadang MHS Sutomo.

Menurut dia, proliga 2020 nanti akan berlangsung di delapa kota, laga akan dimulai pada 24 Januari hingga 19 April 2020. Timnya sudah latihan secara intensif sejak Oktober lalu. Latihan dipusatkan di Gor milik klub yang berada di desa Tlogosadang. Agar maksimal, Sutomo merekrut pelatih voli nasional asal Jogyakarta, Dominicus putut Marhaento.  Selain itu juga merekrut pemain – pemain nasional seperti Dimas yang ikut timnas SEA games. Tidak hanya itu, Pria yang dikenal sebagai kepala desa setempat itu juga merekrut pemain asing asal Montenegro dan Brasil.

 “Latihan untuk persiapan Proliga sudah berjalan dua bulan. Dalam satu hari latihannya berlangsung dua kali. Latihan fisik pagi dan latihan teknik malam. Dalam waktu dekat ini porsi latihannya akan ditingkatkan,” tutur Sutomo pada Jawa Pos radar lamongan.

Sutomo menambahkan, sebanyak 16 pemain yang memperkuat lamongan Sadang MHS, tiga di antaranya merupakan pemain local asli lamongan. Lamongan Sadang MHS telah mengawali Sparing seklaigus launching dalam laga Ekshibisi di GOR lamongan pada jumat malam melawan tim Indomaret Senior Sidoarjo. Sutomo mengaku, untuk homebase pertandingan sebenarnya ingin di daerahnya sendiri, lamongan. Namun sayang, tidak ada lapangan yang memadai. Sehingga terpaksa harus pindah di GOR Tridharma Gresik. GOR Lamongan hanya berkapasitas penonton sekitar 2.500 orang. Padahal syaratnya berkapasitas minimal  4.000 penonton,” tuturnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here