Kisah Menarik Si Bocah Kampung Edi Hartono Menjelma Jadi Pevoli Timnas
jupiterlotto

FFSPORTZ.COMLegenda Voli Indonesia – Sebagaimana sudah diketahui seluruh masyarakat Indonesia khususnya para penikmat olahraga bola voli kalau ajang bergengsi voli Proloiga 2020 sudah ditiadakan. Baik tim putra maupun putri tidak ada yang yang keluar sebagai tim juara.  Hal jelas karena wabah corona yang sedang menyebar di Tanah Air. Untuk sekedar menjadi pelipur kesedihan, kali ini kami datang dengan informasi tentang kisah seorang legenda bola voli Indonesia yang sangat terkenal pada eranya. Siapakah dia? Jika anda penikmat voli pada era 90-an pasti sudah mendengar nama Edi Hartono. Selain jago bermain voli, dia memiliki kisah yang cukup menginspirasi para pemain voli.

Bocah Kampung kejawanan bisa jadi atlit voli Nasional

Tidak ada yang menyangka kalau bocah dari kampung Kejawanan bisa menjadi anggota Taim nasional Senior selama kurun waktu 5 tahun yaitu 1994 hingga 1999. Bocah kampung itu adalah Edi Hartono. Kampung kelahiran Edi hartono merupakan kampung dimana warganya suka melakukan olahraga, termasuk bola voli. Meski berskala kampung tapi fasilitas olahraganya sangat lengkap. Alasannya karena kampung ini berdekatan dengan lapangan Angkatan darat.  Secara kebetulan Edi Hartono bertetangga dengan Atlit voli nasional Endang Sutisna atau si Aceng. Si Aceng menjadi inspirasi Edi Hartono untuk menjadi atlit voli nasional.

Sementara dari segi postur, Edi terbilang tinggi untuk anak seumurannya. Dia memang senang brolahraga, namun belum terjun di dunia voli bahkan dia belum kenal dengan voli. Edi sempat diledek teman – temannya sebab memiliki postur tinggi tapi nganggur.  Dengan seringnya diejek, Edi Hartono termotivasi untuk semakin membuktikan kemampuannya. Lalu Edi meminta bantuan kepada adik bungsu Si Aceng yang bernama Kastolani. Kemudian dia berlatih dengan bersama dua temannya Agus dan Sukma, Edi hartono dan Kastolani berlatih dengan bola plastic dan net yang terbuat dari tali raffia yang diikat di tembok. Pada bangku SMP baru muncul keberanian berlatih dilapangan voli yang sesungguhnya. Hartono bergabung dengan tim kampung, meski duduk dibangku cadangan. Kemudian nasibnya berubah ketika dia bertemu dengan Yanto, pencari bakat dari klub Voli bank BTPN.

Kisah Edi Hartono di kancah voli Nasional dan Internasional

Semangat dan tekad kuat Edi Hartono yang sempat menempuh jarak 130 km ke Bandung terbayar. Di bandung Edi tinggal di Asrama dan mendapat biaya pendidikan atau beasiswa. Di Bandung inilah dia di tempa dan berlatih keras sehingga dia terpilih membela tim Cirebon di kejuaraan daerah Jawa Barat.  Tampil gemilang dalam kompetisi tersebut, membuat Edi menjadi langganan training camp untuk propinsi Jawa Barat.  Edi sering tampil di PON namun pernah di coret karena masih terlalu muda. Meskipun begitu dia tidak patah arah, bakatnya yang bagus membuat dirinya dilirik tim nasional Yunior untuk mengikuti kejuaraan tingkat Asean di Serawak, Malaysia pada tahun 1992 dan kejuaraan tingkat Asia di Teheran, Iran.

Hanya berselang dua tahun, Edi Hartono masuk menjadi anggota nasional tim senior voli Indonesia dan berkompetisi di kejuaraan Asia Pasifik di Fukuoka, Jepang.  Usai menjadi tim nasional, Edi bermain dengan Tim Bank DKI Jakarta Monas untuk berlaga di Proliga di tahun 2001. Semoga kisah perjuangan dari Edi hartono dapat memberikan inspirasi kepada tunas – tunas voli tanah air.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here