Kisah Memilukan Dibalik Kesuksesan Pevoli Indonesia Aprilia Mengenang

FFSPORTZ.COM Fakta Pemain Voli – Siapa yang tidak kenal dengan pevoli perempuan tangguh Aprilia Manganang? Bagi pecinta voli tanah air apalagi proliga nama Aprilia Manganang memang tiada duanya. Pevoli tanah air yang kerap dipanggil dengan April ini sering mendapatkan predikat terbaik (MVP) artinya tidak hanya satu atau dua kali saja mendapat predikat tersebut. Semenjak tahun 2017 tercatat bahwa Aprila Manganang meraih predikat MVP Proliga hingga 3 kali secara beruntun. Dibalik ketangguhan April dan sejumlah gelar serta prestasi gemilang ternyata tersimpan kenangan yang memilukan. Apa cerita memilukan tersebut?

Awal mula Aprilia Manganang terjun ke dunia voli profesional

April ternyata baru menggeluti olahraga sejak bangku sekolah menengah atas. Sebelum akhirnya menjatuhkan pilihannya pada olahraga voli, april diketahui pernah mencoba olahraga atletik dan basket. Ketertarikan pevoli dari klub Bandung bjb Tandamata  pada olahraga voli ini mulai muncul usai melihat sang kakak, Amasya manganang bisa mengumpulkan uang lewat pevoli profesional.  Saat diwawancara salah satu media olahraga nasional, April sempat berkelakar mengenai bayaran menjadi pemain voli berbeda dengan pegawai – pegawai pada umumnya.

Sebagai pemain voli dan pemain olahraga lainnya, para atlit voli biasanya diikat kontrak dengan salah satu klub yang tampil pada Proliga. Untuk besarnya nominal berbeda – beda dalam kurun waktu bermain dengan durasi 6-7 bulan tersebut. Namun ada laporan yang mengatakan bahwa atlit voli yang telah melakukan kontrak dengan klub akan mengantongi kontrak hingga ratusan juta. Selain itu, kalau seandainya tidak ada kompetisi resmi, maka para pemain voli tak malu – malu untuk tampil pada kejuaraan “Tarkam” atau antar kampong. Dengan turnamen desa tapi dengan bayaran kota, untuk kisaran nominal kabarnya satu pemain bisa mendapatkan Rp 3-4 juta sekali main dalam sebuah pertandingan.

Kisah pilu Aprilia Manganang sepanjang awal karir voli

Saat ini April bisa dikatakan sebagai pevoli yang sukses, tidak hanya berlaga di dalam negeri akan tetapi dirinya juga diluar negeri. Apalagi Jika melihat bayaran fantastis para atlit voli saat ini, semisal April. Dia membeberkan kalau bayaran tinggi tidak langsung didapatkannya. Teringat saat penampilan pertama di voli, sangat jujur April mengatakan bahwa sangat miris. April mengatakan kalau saat awal tampil, dirinya malah hanya mendapat bayaran dua bungkus mie instan dan satu butir telur. Sebab April belum tahu persis bagaimana menentukan besar bayaran seorang atlit voli.

Selain hal miris yang hanya diberi bayaran seadanya di atas, masih ada sejumlah kisah singkat yang juga cukup memilukan di alami Aprilia Manganang. kisah pilu banyak dialami oleh salah satu skuat tim Bandung bjb Tandamata ini, diantaranya  saat kecil membantu sang ibu berjualan pisang goring keliling, selain itu dia membantu sang ayah dikebun dimana sangat akrab dengan mencangkul dan memanjat pohon kelapa. Kemudian, semasa sekolah April tidak pernah diberi uang jajan, lalu disebabkan sangat miskin april tidak pernah diundang ke pesta ulang tahun temannya. Kisah pilu yang tak kalah membuat hati banyak orang trenyuh adalaha ketika pevoli 25 tahun itu dengan blak –blakan bahwa baju sehari – hari dan seragam sekolah adalah pemberian para tetangga.

Baca Juga : Profil pemain voli Aprilia Manganang, perempuan tangguh dari Sulawesi Utara

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here