Ibarsjah Djanu Tjahjono Pelatih Voli

FFSPORTZ.COMBerita Voli – Salah klub Proliga 2020 ini memang cukup menarik, tidak hanya Jakarta BNI 46 saja yang memiliki skuat atau komposisi pemain yang sebagian besar sama. Namun Klub Surabaya Bhayangkara  Samator  juga hampir semua mempertahankan skuat pevolinya. Untuk Proliga 2019 kemarin, mereka tampil gemilang dan meraih juara sama halnya dengan Proliga 2018 lalu. Selain itu pemain volinya, yaitu Rendy Febriant Tamamilang  terpilih sebagai pemain terbaik atau MVP untuk yang kedua kalinya yaitu pada Proliga 2014 dan 2019 lalu. Tak kalah gemilangnya, sang juru taktik atau pelatih Surabaya Bhayangkara Samator yang juga mendapat penghargaan individu sebagai pelatih terbaik. Sang pelatih tersebut adalah Ibarsjah Djanu Tjahjono.

Ibarsjah Djanu Tjahjono yakin tim Voli Jatim masih tetap unggul pada PON XX

Beberapa waktu lalu pelatih tim bola voli putra Surabaya Bhayangkara Samator, Ibarsjah Djanu Tjahjono menyakini kalau tim putra Jawa Timur masih menjadi yang terbaik pada Pekan Olahraga Nasional PON 2020 di Papua. Pelatih dari klub sang juara bertahan Proliga 2019 itu memiliki kenyakinan yang mendasar dimana stok pemain muda Jatim terutama usia 25 tahun mencukupi. Sebagai contohnya ada pevoli Rivan Nurmulki, Rendy Febriant Tamamilang dan Hadi Suharto. Ada juga pemain muda lain yang memiliki potensi bagus, akan tetapi menempati bangku cadangan sebab pelatihnya tidak mau mengambil risiko diantaranya Anang Sudiarto, Yuda mardiansyah dan Henry Ade Novian.

Para pevoli muda akan menggantikan pevoli senior yang sudah tidak dapat menjadi pemain karena faktor usia. Pada PON Jabar tahun 2016 lalu, Tim voli Jatim berhasil menyabet medali emas namun untuk PON XX nanti mereka tidak bisa tampil diantaranya Bayu Saputra, Samsul Kohar dan Nizar Julfikar. Sebab sudah melewati batasan umur peserta. Tim Voli Jatim juga mencatatkan rekor tak terkalahkan dan selalu membuat “Love Set” atau tidak pernah kehilangan satu set pun alias selalu menang 3-0 melibas semua lawan – lawan. Selain itu, yang membuat Ibarsjah semakin optimis dengan tim voli Jatim karena sebagian besar pemain yang disiapkan bernaung di bawah klub asuhannya yaitu Surabaya Bhayangkara Samator. Para skuat Surabaya Samator memiliki waktu yang digunakan untuk latihan secara disiplin. Dia juga siap membawa Jatim kembali menjadi juara PON 2020 Papua nanti.

Mengenal lebih dekat dengan Ibarsjah Djnau Tjahjono

Nama pelatih Ibarsjah Djanu Tjahjono semakin melesat ketika membawa Surabaya Bhayangkara menang sejak di Proliga 2009 silam. Pria kelahiran Biak, 21 Januari 1969 itu adalah sosok di balik kesuksesan tim Proliga Surabaya Samator. Catatan mengesankan ini merupakan sebuah prestasi dari seorang pelatih lokal, namun dia belum memiliki kesempatan untuk menjadi pelatih timnas voli Indonesia untuk bertarung di kancah internasional. Tidak hanya mampu membawa klub Surabaya Samator di ajang Livoli (2011), pelatih 61 tahun itu juga mampu membawa Jatim menjuarai Piala Presiden 2011.

Banyak dukungan baik dari Atlet voli maupun sesama pelatih voli agar Ibarsjah menjadi kepala pelatih. Bahkan dia juga mendapat dukungan dari Ayip Rizal mantan atlet voli yang pernah dibinanya untuk naik pangkat menjadi Head Coach. Ayah dari dua anak itu mengaku kalau segudang prestasi yang diraih skuat atau dirinya adalah buah dari posisi sebagai asisten pelatih. Banyak pelatih yang dia asisteni memberikan gagasan – gagasan yang menambah ilmu baginya. Sikap merendah dari Ibarsjah itu terbentuk dari kariernya yang dimulai benar – benar dari bawah. Sebelum terkenal sebagai pelatih, dia hanya pevoli lokal Surabaya Vio dan PU Air Bersih jatim. Diketahui bahwa suami dari Dwi Sri Waningsih itu memutuskan pensiun pada tahun 1997 silam.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here