Kenal Lebih Dekat Dengan Juara Sektor Ganda Campuran Indonesia Di All England 2020

FFSPORTZ.COM – Jika melihat kembali pencapaian timnas Merah Putih dalam gelaran yang paling bergengsi bulutangkis dunia, All England 2020 kemarin bisa di bilang cukup memuaskan. Pasalnya Timnas Indonesia sudah mampu memenuhi target untuk memenangkan satu sektor dalam salah satu kejuaraan BWF tersebut. Indonesia mampu meraih medali emas dalam All England 2020 kemarin di sektor ganda campuran. Ganda campuran Indonesia yang menjadi kampiun di gelaran bulutangkis paling tua tersebut adalah Praveen Jordan dan Melati Daeva Oktavianti. Setelah mampu menjadi juara, nama Praveen Jordan dan Melati Daeva Oktavianti kini tengah menjadi bahan pembicaraan para pecinta bulutangkis dunia.

Profil sang juara ganda campuran Praveen Jordan dan Melati Daeva Oktavianti

Uniknya pasangan ini merupakan pasangan yang sebelumnya belum pernah meraih gelar juara All England. Jadi juara All England 2020 ini merupakan prestasi terbaik dari ganda campuran baru Praveen Jordan dan Melati Daeva Oktavianti. Sebelumnya Praveen Jordan pernah berpasangan dengan Vita Marissa dimana telah memenangkan  beberapa turnamen internasional bersama.sementara Melati daeva Oktavianti pernah meraih medali emas pada kejuaraan dunia Junior BWF 2012 bersama Edi Subaktiar. Berikut adalah profil sang juara ganda campuran Praveen Jordan/Melati Daeva Oktavianti.

  1. Praveen Jordan

Pebulutangkis Praveen Jordan lahir pada 26 April 1993 di Bontang. Praveen telah bermain untuk klub bulutangkis PB Djarum sejak 2008. Asosiasi Bulutangkis Indonesia memanggilnya untuk bergabung dalam Tim nasional dipasangkan dengan Debby Susanto. Jordan berpartisipasi dalam kejuaraan Junior bulutangkis Asia 2011 di Lucknow, India. Jordan di pasangkan dengan Rangga Yave Rianto melaju mulus hingga akhirnya bertemu tim tangguh Jepang dan menang dengan skor tipis 3-2 di babak perempat final. Di babak Semifinal dia dan Rian harus kalah dengan wakil Malaysia, namun pulang membawa medali perunggu. Pada tahun 2013 merupakan tahun cemerlang Praveen yang disangkan dengan Vita Marissa.  Mereka meraih hasil bagus di Singapore Open Series 2013. Pasasngan ini meraih tiga gelar yaitu Grand Prix Emas Indonesia Masters 2013, Grand Prix Emas Malaysia Masters, dan Grand Prix Terbuka Selandia Baru 2013.

Pada tahun 2014, dia dipanggil untuk bergabung dengan tim nasional. Dia sempat masuk dalam Olimpiade musim panas pada 2016 di Brazil dimana dirinya dipasangkan dengan Debby Susanto. Namun kalah dari Tontowi Ahmad dan Lilyana Natsir di final. Baru pda tahun 2018 kemarin, dia mulai dipasangkan dengan Melati Daeva Oktavianti di turnamen R2 2018 Malaysia Masters dan mereka meraih posisi Runner up di Turnamen India Open 2018.

  1. Melati Daeva Oktavianti

Pebulutangkis Melati Daeva Oktavianti lahir pada 26 Oktober 1994 di Serang, Banten. Melati adalah atlit bulutangkis dari klub PB Djarum. Ia meraih medali emas di Kejuaran dunia Junior BWF 2012 bersama Edi Subaktiar. Menurut laporan dari laman resmi Djarum, nama Melati Daeva Oktavianti mulai terdengar saat pertama kali ketika ia dipasangkan dengan Ririn Amalia. Tercatat bahwa Melati mulai bergabung bersama PB Djarum sejak September 2009. Melati mulai berpenampilan gemilang saat berlaga di GOR Asia Afrika, Senayan, Jakarta dimana ia berhasil mengalahkan nama – nama besar di kelas Taruna sebab menjadi juara Djarum Sirkuit Nasional (Djarum Sirnas) Jakarta 2010. Diketahui bahwa putrid dari pasangan Daud Sunandar dan Eva Muzalivah ini sempat memiliki masalah Flek di paru – paru ketika masih berusia tiga tahun namun dia berhasil melawannya dan sekarang jauh lebih sehat. Ia mulai kenal dengan bulutangkis dari sang Ayah. Lalu dia bergabung dengan klub PB ratih banten sebelum akhirnya bergabung dengan PB Djarum.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here