Dominic Thiem

FFSPORTZ.COMDominic Thiem – Turnamen US Open 2020 diputuskan tetap digelar pada tahun ini meskipun tanpa kehadiran penonton karena masih mewabahnya virus corona di Amerika Serikat. Pada awal Juni lalu, petenis berkebangsaan Austria, Dominic Thiem dengan menepis semua rumor mengkonfirmasi  turun di ajang tersebut dan akan melakoni turnamen Masters 1000 Western & Southern Open, Cincinnati. Tak lupa juga, selain menggelar turnamen secara tertutup, pihak penyelenggara menetapkan sejumlah protokol ketat, salah satunya pembatasan jumlah kru. Petenis yang saat ini menempati peringkat ke-3 dunia tersebut berekasi atas hal itu.

Dominic Thiem keluhkan pembatasan jumlah kru di US Open 2020

Sebelumnya diketahui bahwa Dominic Thiem mengkonfirmasi untuk turut serta di ajang US Open 2020, kini dia meragukan kehadirannya di salah satu turnamen Grand Slam yang akan digelar pada akhir Agustus tersebut. US Open juga sudah mendapat dukungan dari ATP dan WTA. Menurutnya aturan yang diterapkan oleh pihak penyelenggara terlalu ketat apalagi terkait jumlah kru yang boleh ikut mendampingi sang atlet. Penyelenggara US Open 2020 hanya memperbolehkan satu orang pelatih untuk mendampingi sang atlet. USTA selaku panitia penyelenggara beranggapan bahwa pembatasan jumlah kru pemain akan memperkecil dampak penularan virus Covid-19 saat kompetisi berlangsung.

Dalam wawancara dengan Kronen Zeitung, Thiem mengatakan kalau dirinya tidak yakin bisa turun di ajang tersebut. Menurut Thiem seharus ada tiga atau empat orang diizinkan menemani petenis. Atlet tenis yang lahir pada 3 September 1993 itu mengatakan bahwa akan sangat beresiko bagi petenis jika bertanding tanpa fisioterapis dan tidak hanya pelatih yang diperlukan. Petenis 26 tahun itu mengatakan kalau kondisi turnamen tenis dunia akan kembali normal ketika ATP Tour 2020 kembali bergulir setelah hiatus akibat pandemi. Akan tetapi kondisi tersebut tidak serta merta membuat kehidupan di luar lapangan berjalan seperti biasanya.

Dominic Thiem lebih memilih ikut turnamen di Eropa

Dominic Thiem memilih untuk mengikuti turnamen tenis di daratan Eropa dimana cenderung memiliki kasus Covid-19 yang lebih rendah ketimbang Amerika Serikat. Jika disuruh memilih, ternyata Thiem menjatuhkan pilihan pada turnamen Grand Slam untuk tahun ini yaitu French Open. Beberapa waktu lalu bahkan dia memprediksi bakal menarik dan luar biasa jika French Open bisa digelar baik itu bulan Mei atau Oktober. Thiem hanya permasalahkan jeda dua pekan antara US Open dan French Open. Sebab rasanya tidak mungkin melakukan keduanya dan Thiem mengaku kalau harus mengorbankan salah satu.

Bergeser pada performa Dominic Thiem,  dimana merupakan atlet tenis yang akan menjadi ancaman paling nyata bagi The Big three di ajang tenis dunia. Sebagai informasi saja, pada bulan lalu Thiem sempat berpartisipasi pada putaran pertama Adria Tour 2020 di Serbia kemudian terbang ke Nice, Perancis untuk mengikuti Ultimate Tennis Showdown. Untuk US Open 2020 sendiri akan dilangsungkan pada 31 Agustus – 13 September 2020 di Flushing Meadows, New York. Sementara French Open 2020 yaitu pada 21 September hingga 11 Oktober di Rolland Garros Stade, Paris.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here