Al Horford
jupiterlotto

FFSPORTZ.COMAl Horford – Beberapa waktu lalu NBA telah memgumumkan sebuah kebijakan yang cukup unik terkait kelanjutan musim 2020 ini. NBA memperbolehkan para pemainnya mengganti nama punggung di jersey dengan pesan sosial untuk mendukung gerakan antirasisme yang terjadi di Amerika Serikat. Akan tetapi sungguh mengejutkan, ternyata ada salah satu punggawa Philadelphia 76ers yang menyatakan dengan tegas bahwa tidak akan mengganti nama punggungnya dengan pesan sosial ketika berlaga di Orlando. Pebasket tersebut adalah Al Horford. Menurut Horford, dirinya merasa kecewa dengan pihak NBA yang membatasi pesan sosial dari para pemain.

Al Horford kecewa NBA membatasi pesan sosial di jersey pemain

Sebagai pengingat saja, pada tanggal 25 Mei 2020, salah satu oknum polisi Minneapolis menangkap George Floyd. Floyd merupakan warga kulit hitam berusia 46 tahun yang telah tewas akibat penangkapan itu. Alasan penangkapannya yaitu setelah dia dilaporkan oleh seorang karyawan dan tuduhan membeli rokok dengan uang kertas palsu dengan nominal US $20. Video penangkapan yang berujung dengan kematian tersebut tertangkap kamera pengintai dan akhirnya viral di seluruh Amerika Serikat. Sebagai buntut kasus tersebut, Negeri Paman Sam dilanda demo besar – besaran dihampir semua negara bagian. Dalam aksi demo tersebut sejumlah atlet basket juga terlibat.

Sebagai bentuk simpati, NBA mengizinkan pesan sosial disematkan di jersey para pemain, akan tetapi tidak semua kata diperbolehkan. NBA hanya memberikan total 29 pesan sosial yang boleh dipakai dimana telah mendapat persetujuan sebelumnya. Pembatasan ini kemudian dikomentari secara langsung oleh Horford. Pria kelahiran 3 Juni 1986 itu kecewa karena NBA masih memberi batasan seperti itu, padahal pebasket juga ingin menyampaikan pendapat mereka secara bebas.

Al Horford tak mau mengubah nama Jersey di Orlando

Merasa tidak puas dengan keputusan dari NBA, Horford kemudian tidak mau mengubah nama punggungnya sama sekali untuk lanjutan kompetisi di Orlando. Sebelum Horford, pebasket yang juga memprotes pembatasan ini adalah Mike Scott. Dalam pengakuan pebasket 34 tahun itu, dirinya paham apa yang dirasakan rekan seprofesinya, Mike Scott. Meskipun cara menyampaikan pesan sosial melalui jersey ini sangat bagus akan tetapi tidak seharusnya NBA membatasi pesan yang variatif dari para pemain basket.

Pemilik nama asli Alfred Joel Horford Reynoso itu mengatakan bahwa pada ujungnya, setiap orang harus mengambil keputusan yang mereka anggap benar. Keputusan untuk tak mengubah nama adalah keputusan terbaiknya. Selain Horford dan Mike Scott, megabintang LA Lakers, Lebron James juga tidak sepakat dengan mengubah nama di jerseynya. Menurutnya hal itu tak akan efektif. James mengatakan bahwa dirinya tidak perlu menuliskan pesan sosial di jerseynya hanya agar orang – orang paham dengan misi atau yang harus saya lakukan di sini. Namun, ayah tiga anak itu tetap menghormati keputusan NBA tersebut.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here