NBA G League
jupiterlotto

FFSPORTZ.COMNBA G League – Informasi terbaru dari NBA kali ini datang dari tiga talenta muda Amerika Serikat yaitu Jalen Green, Isaiah Todd dan Daishen Nix lebih mengikuti NBA G League dari pada bermain di NCAA. Ada sejumlah pihak yang mengatakan kalau NCAA sudah tidak begitu menarik dan NBA G League lebih banyak dipilih sebagai tujuan baru para pebasket muda. Untuk diketahui bahwa NBA G-League atau  NBA Gatorade League sejak 2001 dengan anggota asli 8 tim. Sementara National Collegiate Athletic Association  atau NCAA adalah sebuah asosiasi sukarela dari sekitar 1.200 institusi, kelompok, organisasi dan badan – badan individual yang mengurus gelaran olahraga di perguruan tinggi dan Universitas di Amerika Serikat, yang berkantor pusat di Indiana Polis, Indiana.

NBA G League saingi pamor NCAA

Anggapan sejumlah pihak mengenai pamor NBA G League lebih unggul daripada NCAA tidak semata – mata sebuah bualan semata. Hal ini dapat dilihat dari beberapa nama pebasket muda NBA misalnya Jalen Green. Akhir – akhir ini Jalen banyak disebut media sebagai salah satu pemain terbaik di angkatan lulusan SMA 2020 ini dan secara kebetulan dia tidak  bermain di NCAA. Walhasil, NCAA tidak akan memiliki bakat terbaik SMA untuk gelaran musim 2020-2021. Apa yang dilakukan oleh Jalen ini disusul oleh dua pebasket muda lainnya yang juga mendapat predikat rating bintang lima dari pemandu bakat. Kesempatan NCAA untuk mendapatkan tiga talenta terbaik akhirnya hilang.

Memang masih banyak pemain – pemain lain yang memiliki talenta yang mungkin sama dengan ketiga pebasket tadi dan bahkan mungkin ada yang lebih baik atau bersinar. Namun perlu diketahui bahwa sesuatu itu harus ada yang mengena di awal, dan NCAA sedikit kalah start dengan NBA G League.  Sementara itu, meski NBA G League disebut – sebut sebagai pesaing NCAA, mereka berpendapat lain. Menurut sang presiden G League, Shareef Abdur-Rahim mengatakan kalau tidak ada persaingan apapun di sini. Justru G League  hadir sebagai pilihan untuk para pemain basket muda untuk mengembangkan basket. NBA G League coba membantu menata masa depan para pebasket muda dalam meniti karier.

NBA G League sedikit mengancam keberadaan NCAA

Jika melihat keadaan kenyataan di lapangan apa yang dikatakan oleh Shareef sedikit berbeda. Menurut Yahoo Sports, salah satu orang terdekat Jalen dan dua rekannya dari SMA, mengatakan kalau total pendapatan hingg US $ 1 juta. Angka yang didapatkan ini sangat jauh dari pernyataan NBA pada 2018 lalu dengan maksimal bayaran hanya US $125 ribu untuk di jalur NBA G League seperti Jalen dan kawan – kawan tadi. Masih dengan sumber yang sama, mereka menyebutkan kalau NBA G League juga akan memberikan beasiswa jika seandainya para pemain jalur akselerasi tersebut ingin kembali untuk mengenyam dunia pendidikan. Sementara itu, dengar – dengar memang NBA G League memberikan bayaran US$ 35 ribu pada pemainnya. Hal ini berarti talenta – talenta muda basket ini memang sedikit diistimewakan.

NBA G League hadir sebagai alternatif, berbeda memang dengan NCAA yang sebagai jalur utama masuk NBA. Jika dilihat dari segi bayaran, para pemain NCAA tidak diperkenankan mempublikasikan bayaran, tapi pada dasarnya hanya mendapat insentif. Selain itu, para pemain NCAA juga tidak boleh mendapatkan sponsor dari pihak ketiga. Akan tetapi, peraturan ini akan ditiadakan mulai musim 2021 -2022. Hal ini menjadi bukti kalau NBA G League mengancam posisi NCAA, selain itu NCAA juga sadar kalau langkah NBA G League tidak semulus NCAA. Pada akhirnya, baik NBA G League maupun NCAA bukan yang menentukan NBA, akan tetapi adalah dikembalikan kepada para pemain itu sendiri. Semua itu adalah pilihan yang sepenuhnya tergantung dari para pemain.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here