Manchester City

FFSPORTZ.COMLiga Champions – Salah satu klub Liga Premier, Manchester City dijadwalkan menjalani sidang gugatan sanksi UEFA di pengadilan Arbitrase Olahraga (CAS) di Swiss. Mereka melakukan gugatan terkait larangan bermain di kompetisi Eropa selama dua tahun. Menurut kabarnya, persidangan bakal berjalan tiga hari yaitu 8-10 Juni 2020 dan diisi dengan agenda mendengar kesaksian dari Manchester City atas sanksi yang dijatuhka oleh pihak UEFA pada Februari lalu.

UEFA sanksi Manchester City sebab dugaan pelanggaran aturan FFP

UEFA memberikan sanksi kepada Manchester City berdasarkan dugaan pelanggaran aturan dari Financial Fair Play (FFP) oleh Manchester City. Klub yang mendapat julukan The Citizens itu dinilai bersikap non-kooperatif selama proses penyelidikan. Walhasil, UEFA berikan sanksi kepada Manchester City yaitu berupa larangan tampil di Eropa selama dua tahun sejak Sabtu 20 Februari 2020 lalu. Tak hanya itu, Manchester City juga dikenai denda senilai 30 juta Euro. Sebagai informasi pentingnya, penyelidikan yang dilakukan oleh UEFA sendiri sudah dimulai sejak Maret 2019 lalu.

Penyelidikan dilakukan menyusul adanya laporan bahwa ada kebocoran dokumen internal Manchester City. Kebocoran itu diungkap oleh laman Football Leaks dimana berisi dugaan praktik penggelembungan kesepakatan sponsor oleh pemilik klub. Manajemen City dinilai melakukan kecurangan dengan menggelembungkan dana sponsor mereka, Etihad. City melaporkan menerima 67,5 juta pounds atau Rp 1,19 triliun dari Etihad. Menurut penelusuran UEFA, City hanya menerima 8 juta pounds  atau Rp141,6 miliar dari Etihad, dan sisanya sebesar 59,5 juta pounds  atau Rp1,05 triliun berasal dari sang pemilik City yaitu, Sheikh Mansour. Cara di atas dilakukan Man City demi mengakali aturan Financial Fair play (FFP) yang diterapkan UEFA.

Manchester City kalah gugatan tetap bisa ikut Liga Champions musim depan

Tak tinggal diam, Manchester City mempertanyakan asal muasal dokumen bocoran tersebut. Selain itu, City juga menyatakan cara investigasi Badan Pengendalian Keuangan Klub (CFCB) UEFA yang dinilai tidak menyenangkan.  Menurut pernyatan resmi dari CEO Manhester City pada Februari lalu, Ferran Soriano mengatakan kalau tuduhan yang ditujukan ke City itu tidak benar sama sekali. Tim pengacara dari pihak Manchester City bakal berjuang keras agar klub mereka tetap bisa ambil bagian di kompetisi antarklub Eropa di musim depan. Menurut laporan The Sun pada Senin, 8 Juni 2020, City masih bisa tampil di Liga Champions musim depan asal mampu finis di posisi empat besar klasemen Liga Inggris 2019-2020.

Jika kalah dalam CAS, manajemen atau tim pengacara City bisa meminta penangguhan hukuman kepada Pengadilan Federal Swiss (SFC).  Hal ini berarti bahwa Manchester City tetap bisa ambil bagian di Liga Champions 2020-2021 dengan apa pun keputusan yang dikeluarkan CAS pada Juli 2020. Baru untuk musim selanjutnya yaitu 2021-2022 dan 2022-2023 City akan jalani hukumannya.  Untuk informasi penting mengenai City, Abu Dhabi United Group merupakan perusahaan investasi yang dipimpin Sheikh Mansour bin Zayed Al Nahyan adalah pemilik Mayoritas City Football Group. City Football Group adalah induk perusahaan pemilik Manchester City dengan kepemilikan saham 77 persen.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here