BAM Sebut Malaysia Open Masih Belum Ada Kepastian
jupiterlotto

FFSPORTZ.COMMalaysia Open – Pihak BWF sebelumnya sudah merilis jadwal baru usai penangguhan kompetisi akibat pandemi virus Covid-19. Salah satu jadwal tersebut yaitu Malaysia Open dimana akan digelar  pada 24-29 November mendatang. Namun, tersiar kabar kalau pihak penyelenggara mungkin  tidak miliki gairah lagi. Hal ini dikarenakan jika Pemerintah tidak meringankan pembatasan untuk penyelenggaraan turnamen internasional.  Lantas apa yang terjadi dengan turnamen Malaysia Open selanjutnya? Mungkinkah opsi pembatalan dipilih?

Turnamen Malaysia Open masih belum ada kepastian

Baru – baru ini pihak pemerintah Malaysia mengeluarkan peraturan kepada penyelenggara untuk mengadakan turnamen lokal saja untuk olahraga non-kontak seperti bulu tangkis mulai pada 15 Juli nanti. Seperti pada turnamen lainnya, turnamen tersebut harus diadakan secara tertutup. Untuk saat ini turnamen yang diperbolehkan untuk digelar yaitu sebagai tuan rumah bagi kejuaraan individu itupun hanya untuk atlet Malaysia. Para atlet asing untuk saat ini dilarang di semua turnamen yang digelar di Malaysia.

Sementara itu, Malaysia Open Super 750 yang merupakan unggulan Federasi Badminton Malaysia (BAM). Turnamen tersebut merupakan salah satu acara bulutangkis tertua di kalender internasional. Lima sektor dalam pertandingan bulu tangkis yaitu tunggal putra, tunggal putri, ganda putra dan putri, serta ganda campuran akan dipertandingkan dalam turnamen Open. Menurut laporan dari NST diketahui meskipun khawatir, Sekretaris Jenderal BAM, Datuk Kenny Goh mengatakan bahwa pembatasan mungkin mereda di sepanjang jalannya Malaysia Open yang masih empat bulan lagi. Sekjen BAM tersebut mengatakan turnamen tersebut akan diadakan pada bulan November, sehingga masih terlalu dini untuk berspekulasi tentang nasibnya.

Presiden BAM isyaratkan Malaysia Open bisa batal

Perintah Kontrol Gerakan Pemulihan(RMCO) Malaysia  akan berakhir pada 31 Agustus mendatang. BAM akan menunggu dan melihat apa yang terjadi berikutnya. Tidak ada turnamen BAM yang terpengaruh oleh peraturan itu saat ini karena telah menunndanya hingga akhir tahun.   Kekhawatiran terbesar BAM adalah kemungkinan lonjakan biaya untuk menyelenggarakan Malaysia Open dan mungkin akan alami peningkatan untuk memenuhi pedoman Covid-19. Selain itu, mewakili pihak BAM, Kenny mengatakan masih menunggu apakah Federasi Badminton Dunia (BWF) akan menawarkan bantuan.

Selain itu, baru – baru ini Presiden BAM, Datuk Seri Norza Zakaria telah mengisyaratkan bahwa Malaysia Open dapat dibatalkan jika BWF tidak menawarkan bantuan keuangan. Malaysia Open tahun ini tidak akan menawarkan poin kualifikasi Olimpiade. Sedangkan, untuk proses kualifikasinya sendiri akan dimulai kembali di awal tahun depan. BAM juga berencana untuk menyelenggarakan turnamen internal, namun porsinya dikurangi yaitu hanya untuk sektor tunggal putra dan putri.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here