Ratu Bulutangkis Dunia

FFSPORTZ.COMCarolina Marin – Masih ingat dengan ratu bulu tangkis dunia? Tentu bagi pecinta olahraga tepok bulu sangat tahu siapa ratu bulu tangkis dunia, ia adalah Carolina Marin. Seperti yang sudah diketahui bersama bahwa pandemi Virus Covid-19 sangat  berdampak pada dunia olahraga tak terkecuali dengan bulu tangkis. Banyak turnamen bulu tangkis dibatalkan  sebab virus ini telah menyebar ke seluruh penjuru dunia.  Selama masa pandemi, para pebulutangkis harus menjalani masa isolasi mandiri dan ada juga sebagian dari mereka yang menggelar latihan mandiri. Lalu ada kabar apa dari ratu bulu tangkis dunia tersebut?

Carolina Marin rebut peringkat enam milik PV Sindhu

Seiring dengan ditangguhkannya turnamen, maka peringkat para atlet bulu tangkis juga dibekukan. Lalu bagaimana dengan rangking di sektor tunggal putri top dunia saat ini? Penampilan yang sangat impresif ditunjukkan oleh ratu bulu tangkis dunia asal Spanyol, Carolina Marin. Pebulutangkis kelahiran Huelva, Spanyol, pada 15 Juni 1993 itu berhasil merangkak naik ke posisi enam dunia. Atlet 27 tahun tersebut menggeser ratu bulu tangkis terkaya sejagat dari India, Pusarla Venkata (PV) Sindhu. Berdasarkan data ranking Federasi Bulu tangkis Dunia (BWF), Carolina Marin saat ini memiliki poin 76,210, sementara itu untuk PV Sindhu mengoleksi 74,474 poin.

Kini posisi Carolina semakin dekat dengan ratu bulu tangkis Thailand, Ratchanok Intanon. Intanon kini berada di posisi peringkat lima dunia dengan mengoleksi 78,485 poin.  Sebagai pengingat saja, pada saat melakoni turnamen Indonesia Masters 2019 kemarin, Carolina Marin meraih hasil yang buruk. Ia harus absen kurang lebih tujuh bulan di semua turnamen bulu tangkis dunia. Peraih medali emas di Olimpiade Rio 2016 itu mengalami cedera Anterior Cruciate Ligaments (ACL) saat bertarung dengan dengan atlet India, Saina Nehwal di final Indonesia Masters bulan Januari tahun lalu. Sehingga gelar didepan mata harus melayang karena cedera yang dialaminya.

Carolina Marin tidak bisa berlaga di berbagai turnamen karena cedera

Selama menjalani perawatan, pemegang tiga gelar juara dunia itu terpaksa berkali – kali harus mengubur mimpinya untuk bisa jadi juara. Tercatat ada lebih dari lima turnamen besar bulu tangkis dunia dilaluinya tanpa bisa berlaga. Turnamen – turnamen yang dilewatkan Carolina pada tahun 2019 lalu diantaranya All England Open Badminton Championships, Indonesia Open, Malaysia Open, Singapore Open, dan Thailand Open. Bahkan dia harus merelakan mahkota juara bertahan Japan Open  melayang.

Jika melihat gaya permainan dari sosok Carolina Marin maka tak salah jika dirinya disebut sebagai ratu bulu tangkis dunia. Carolina memiliki gaya permainan yang ofensif  atau menyerang dengan smash-smash keras mematikan. Tak lupa juga dengan teknik serta keterampilan yang baik pula. Yang menarik adalah gaya permainan Carolina Marin yaitu memadukan gaya bermain Eropa dan Asia.  Selain itu, Carolina terkenal dengan smash – smash dadakan dengan posisi badan atau gerakan menukik ke belakang lapangan dan ini cukup menyulitkan lawan. Carolina Marin merupakan pemain yang sangat pintar dan cerdas di lapangan, dirinya kerap berteriak ketika mendapat poin penting dan ini merupakan caranya untuk melemahkan mental lawan – lawannya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here