Fans Bulutangkis Tontowi Ahmad

FFSPORTZ.COM Tontowi Ahmad – Pada awal tahun 2019 lalu jagad bulu tangkis Indonesia telah digegerkan dengan keputusan pensiun dari pebulu tangkis Liliyana Natsir. Kemarin pada saat virus covid-19 juga mulai menyebar di Indonesia, perbulu tangkisan tanah air dikabarkan akan kehilangan satu lagi atlet andalannya. Santer terdengar kalau Tontowi yang merupakan pasangan ganda campuran Indonesia juga akan menyusul Liliyana Natsir. Sinyal bakal hengkangnya pebulu tangkis yang akrab di panggil Owi itu muncul di media sosial dan ramai di bicarakan netizen.

Kisah singkat perjalanan Tontowi Ahmad di kancah bulu tangkis

Karier bulu tangkis Tontowi dimulai saat di Pelatihan Nasional (Pelatnas). Pebulu tangkis yang lahir di Banyumas, 18 Juli 1987 itu selama ini menjadi pemain pelapis di Pelatnas utama ganda campuran. Sebelum dipasangkan dengan Liliyana Natsir, Suami dari  Michelle Nabila Harminc itu telah bersama pasangan yang berbeda – beda diantaranya Greysia Polii, Shendy Puspa Irawati, serta Richi Puspita Dili. Bersama pasangan yang berbeda – beda itu, ayah satu anak ini telah menyabet beberapa gelar juara misalnya Vietnam Open Grand Prix 2007 dan Vietnam Challenge 2009.

Setelah berganti pasangangan dengan Liliyana Natsir pada 2010 lalu, Tontowi Ahmad semakin mengukuhkan dominasinya sebagai ganda campuran terbaik dunia. Hal di buktikan dengan torehan medali emas di Olimpiade Rio, Brasil.  Keberhasilan pasangan ganda campuran Tontowi/Lilyana meraih emas di Olimpiade 2016 mendapat sambutan luar biasa dari pemerintah dan Masyarakat Indonesia. Diketahui bahwa pertemuan dirinya dengan Liliyana Natsir setelah PBSI memerlukan pasangan baru untuk menggantikan Nova Widiyanto yang berusia 35 tahun. Tontowi terpilih dari diantara nama Fran Kurniawan, Muhammad Rijal dan Devin Lahardi.

Fans bulu tangkis minta Tontowi urungkan niat gantung raket

Ketika terpilih menggantikan Nova, Tontowi dan Liliyana Natsir berhasil membuktikan sebagai ganda campuran tangguh dengan memenangi Turnamen Macau Open Grand Prix Gold 2010. Selain itu rentetan juara disabet ganda campuran yang kerap dipanggil Owi/Butet itu diantaranya Juara Malaysia Open GP Gold 2011, Juara Sunrise India Open Series 2011, Juara Swiss Open 2012, Runner up Yonex Denmark open 2012, dilanjutkan dengan gelar juara di Olimpiade London 2012. Kemudian gelar juara yang benar membuat mereka berkesan adalah Juara Yonex All England Badminton Championship 2013 sebab Indonesia berhasil menyabetnya terakhir kali 33 tahun yang lalu.  Kemudian ditambah dengan gelar juara di ajang BWF World Championsip di Guangzhou, Tiongkok, Agustus 2013 silam. Tentu yang juga tak kalah berkesan dengan pencapaian emas di Olimpiade 2016, Brasil.

Melihat perjalanan Owi di sektor ganda campuran, hingga saat ini belum ada pasangan yang mampu melebihi Liliyana Natsir. Terakhir kali, Owi tampil bersama Apriyani Rahayu di gelaran BWF Indonesia Masters 2020, akan tetapi mereka tampil kurang begitu maksimal. Beberapa waktu lalu curhatan ayah dari Danish Arsenio Ahmad itu di akun Instagram miliknya memunculkan banyak spekulasi. Dengan foto yang mencium medali emas Olimpiade Brasil, membuat para netizen meluncurkan berbagai komentar. Namun yang paling banyak adalah permintaan mengurungkan niat dari Tontowi Ahmad untuk pensiun.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here