Fakta Menarik Turnamen India Open 2020 Alami Penudaan Karena Corona

FFSPORTZ.COM – Jika melihat kalender BWF, maka pada pekan ini adalah pekan digelarnya turnamen bulutangkis India Open 2020. Pada pekan ini yaitu 24 – 29 Maret 2020 seharusnya digelar India Open 2020 yang dilaksanakan di K.D Jadhav Indoor Hall, New Delhi, India. Namun apa boleh dikata, sejak mewabahnya virus corona di India dan juga hampir di seluruh dunia, Federasi Bulutangkis Dunia( BWF) akhirnya juga terpaksa menunda penyelenggaraan India Open 2020 kali ini. Turnamen ini menjadi satu diantara sejumlah turnamen BWF World tour yang mengalami penundaan.

Sederetan fakta menarik dari gelaran turnamen bulutangkis India Open  

Jelas dengan masih mewabahnya virus corona dan bahkan sekarang India sedang alami Lockdown maka penudaan turnamen akhirnya dipilih. Penundaan tersebut jelas menjadi sebuah kerugian yang besar buat seluruh insan perbulutangkisan dunia, mulai atlit, penyelenggara hingga tentunya para penonton setia bulutangkis. Selain itu, India Open masih menyimpan beberapa fakta menarik yang patut untuk disimak, apa itu? Berikut deretan fakta menarik dari gelaran turnamen bulutangkis India Open.

  1. Sempat alami vakum

turnamen India Open adalah turnamen yang pertama kali dihelat sejak tahun 1973 dimana turnamen bulutangkis yang berlevel BWF Super 500. Akan tetapi pada saat itu, India Open belum digelar secara rutin setiap satu tahun sekali.  Pada waktu masih digelar tak menentu, setelah 1973 kemudian diadakan pada 1979, lalu rutin dua tahun sekali hingga 1985 lalu kemudian vakum. Dihelat lagi 1997, namun kemudian vakum sangat lama yaitu 11 tahun. hingga pada akhirnya pada 2008 mulai lagi mengikuti agenda BWF.

  1. Bom dan Level Turnamen

Sebelum 2008 masuk agenda BWF, India Open sempat ingin di gelar pada 2007 di Kota Hyderabad. Namun rencana ytersebut harus kandas karena ada tragedi pengeboman di kota tersebut. Sehingga penyelenggaraannya diadakan pada tahun 2008. Setelah itu, terjadi beberapa kali perubahan di India Open pada level turnamen. Pada 2008 hanya berlevel Grand Prix Gold kemudian berubah BWF Super series pada 2011. Sejak 2011 lokasi turnamen dari Hyderabad dipindah ke New Delhi. Pada 2018 lalu terjadi perubahan karena naik kelas menjadi level BWF World Tour Super 500.

  1. Tuan Rumah raih gelar minim

Seperti pada umumnya turnamen buutangkis lainnya, ketika diadakan di negaranya sendiri, atlit tuan rumah mendominasi atau minimal bisa meraih gelar juara yang cukup banyak.  Untuk India Open tidak demikian, atlit bulutangkis india jarang bisa mencapai prestasi tertinggi sebagai juara. Hal ini ditunjukan dengan fakta kalau selama 18 kali turnamen diadakan, tuan rumah masih meraih enam gelar juara. Pebulutangkis india sejajar dengan Thailand dan Korea Selatan yang tertinggal dari Inggris. Ironisnya, dalam tiga tahun ini tidak ada satupun wakil tuan rumah yang juara, sejak Pusarla Sindhu di nomor tunggal putri pada turnamen India Open 2017 lalu.

  1. Wakil Indonesia mendominasi

Dengan tertundanya India Open 2020 ini, secara langsung  telah merugikan wakil Indonesia. Hal ini karena Indonesia adalah negara yang paling sukses di turnamen India Open sejak 1973. Pebulutangkis Wakil Indonesia dapat meraih kejayaan sehingga Indonesia menjadi negara dengan jumlah peraih gelar terbanyak. Tercatat, Indonesia sudah mengumpulkan 21 titel juara di tunamen India Open sedangkan rival kuat Tiongkok jauh tertinggal di bawah. Seperti yang bisa dilakukan pebulutangkis Indonesia di India Open 2019 tahun lalu. Pasangan Greysia Polii/Apriyani Rahayu yang bisa keluar sebagai juara, dan mampu mempertahankan gelar juara. Maka dari itu, dengan ditundanya India Open 2020 juga secara langsung akan merugikan pebulutangkis Indonesia diamana ada harapan mendapatkan kesempatan menambah gelar juara menjadi tertunda.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here