Doni Haryono

FFSPORTZ.COM – Seperti yang kita tahu bahwa tim voli putra Indonesia menorehkan prestasi yang membanggakan pada gelaran SEA Games 2019 Filipina kemarin. Tim voli putra Indonesia tampil luar biasa di sepanjang pertandingan di SEA Games kali ini. Mereka mengalahkan semua lawan – lawannya tanpa kehilangan satu set pun. Dengan penampilan mereka yang mengagumkan tersebut, mereka berhak menyabet medali emas dan memutus dominasi timnas Thailand. Tidak hanya itu, salah satu punggawa Timnas voli Tanah air telah menjadi bahan pembicaraan, Doni haryono dinobatkan sebagai pemain Voli terbaik di SEA Games 2019 Filipina.

Fakta menarik sosok pevoli Doni Haryono, muda dan berprestasi

Berkat terpilih menjadi pemain terbaik di SEA Games 2019 kemarin, Doni Haryono menjadi sosok yang banyak dibicarakan. Doni Haryono diketahui masih berusia 20 tahun, dia dipercaya sang pelatih asal Tiongkok Li Qiujiang dalam skuat Timnas Indonesia. Kepercayaan yang diberikan pelatih tidak disia-siakan oleh Doni, ia kerap menyumbang poin untuk Indonesia.

Meskipun junior, atau baru pertama kali menjadi tim inti SEA Games dia mendapat banyak dukungan dan kepercayaan dari senior. Di Sea Games sebelumnya dia juga dipercaya menjadi salah satu atlet yang dikirim untuk tim voli. Tapi, dia belum masuk di tim voli inti. Di SEA Games 2019 ini, ia akhirnya dipercaya masuk di tim inti.

Cerita menarik perjalanan karier sosok Pevoli Doni Haryono

Meskipun baru pertama kalinya debut di tim inti voli, namun dia sudah menjadi pemain terbaik SEA Games 2019. Dengan mengalahkan tim tuan rumah Filipina dengan skor 3-0, dia dan kolega membawa timnas voli Indonesia menjuarai SEA Games 2019. Tercatat bahwa Indonesia terakhir mendapatkan medali emas di SEA Games 2009 Laos. Pevoli yang lahir di Magelang pada 21 Februari 1999 ini tidak mau menganggap lawan – lawan dari negara Asia tenggara Mudah. Kamboja dan Filipina sudah menunjukan kemajuan yang bagus di Voli.

Bungsu dari dua bersaudara ini sudah bermain voli sejak Kecil, namun ketika di SMA, dia mulai menekuninya dengan masuk PPLP (Pusat Pendidikan dan Latihan Pelajar) Jawa Tengah pada tahun 2014. Sang Ayah menjadi sosok yang mengenalkan dan mengajari bermain voli, meski sempat bermain sepak bola, namun sang ortu mengarahkan dia ke Voli. Dia banyak mengikuti berbagai kejuaraan misalnya Kejurnas , Popnas (Pekan Olahraga Pelajar Nasional). Pemuda yang masuk menjadi timnas pada 2015 ini pernah Bela Tim Voli Junior Indonesia. Doni sudah dua kali menjadi bagian dari Timnas voli Merah Putih pada ASEAN School Games 2015 dan 2016.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here