Grand Final Piala Presiden Esports 2020

FFSPORTZ.COM – Meskipun gelaran Piala Presiden Esport 2020 telah usai namun ada fakta menarik yang patut disimak. Gelaran Grand Final Piala Presiden Esports 2020 pada 1-2 Februari kemarin di ICE BSD Tangerang, Banten. Tercatat bahwa tim dari Vietnam dari cabang Free Fire telah menjadi juara Piala Presiden Esport kali ini. Bukan itu saja yang menarik, melainkan ada banyak hal yang menarik pada saat Gelaran Piala Presiden Esports 2020 ini. Mari kita simak baik – baik.

Panggung Megah Berkelas Major Jadi Ajang Pertarungan Sengit Gamers

Pada turnamen Grand Final jilid dua ini, panggungnya dibuat dengan sangat megah. Venue turnamen terbilang sangat luas yaitu 48 x 17 meter. Stage yang megah dan luas ini di bagi untuk tiga cabang Esport yang bertanding pada saat itu. Sejauh ini, turnamen berkelas Major yang telah diselenggarakan adalah DreamLeague Leipzig Major 2020 untuk game Dota 2 dengan luas hanya 34 meter. Megahnya panggung teryata juga memberi dampak pada sengitnya pertandingan Di grand final tersebut.

Di cabang PES 2020, ternyata terjadi perang saudara yaitu Do trung Thanh dan Nguyen Tuah Anh. Seperti yang sudah diketahui pada laga puncak PES 2020 ada dua gamer Vietnam bertemu. Wal hasil Nguyen Tuah Anh telah memenangkan pertarungan mengalahkan rekan senegaranya Do Trung Thanh dengan skor 3-1. Sementara wakil Indonesia semua telah gagal menjuarai PES 2000 setelah bertarung habis – habisan dengan Atlet Vietnam.

Piala Presiden Esports 2020 Gebrak Dunia Dengan Hadiah Besar

Tercatat hadiah total Piala Presiden Esport ini adalah 1,6 Miliar. Pantas saja, sebab untuk turnamen mini yang mengusung game Ultra Space Battle Brawl menawarkan total hadiah sebesar Rp50 juta. Normalnya, mini turnamen hanya menawarkan hadiah 1- 5 juta rupiah. Para kurator game ini memilih game lokal untuk dipertandingkan, namun biasanya CoD Mobile, FIFA 2020, Dead or Livw dan Mortal Kombat 11.

Tidak hanya fakta menarik diatas, pada Piala Presiden Esports 2020 ini, ternyata juga menjadi emansipasi wanita. Ada beberapa gamer perempuan yang mampu lolos ke Grand Final. Di cabang Mobile Premiere League, ada nama Ani Wulandari sebagai cewek terkuat yang mampu sampai pada babak Grand Final. Namun dia harus kalah dengan Aby Ramadhan. Selain Ani, ada dua atlet perempuan lain yang berhasil di Grand Final yaitu Patchariya “Yamroll” Boontham asal Thailand dari tim Illuminate serta Jean Erika “Jecka” Uqruiola Malapit dari Filipina. Diketahui bahwa Kedua perempuan itu bermain di cabang Free Fire.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here