Fakta Menarik Ashleigh Barty
jupiterlotto

FFSPORTZ.COM – Penantian panjang publik tenis Australia akan hadirnya seorang atlet tenis yang menjadi juara semakin dekat. Ashleigh barty kini melaju ke semifinal Australia Open 2020 setelah menundukkan wakil Ceko Petra Kvitova. Petenis putri nomor satu Australia tersebut mampu mengalahkan Petra Kvitova pada laga perempat final tenis yang digelar di Melbourne park Selasa kemarin. Berty telah memberikan harapan pendukung tuan rumah untuk kembali memiliki juara Australia Terbuka dengan mengalahkan Kvitova dan menuju ke babak semifinal gelaran tenis bergengsi tersebut.

Pembalasan Barty Kalahkan Petenis Ceko Peraih Wimbledon

Tercatat dalam sejarah Tenis Australia, bahwa setelah Evonne Goolagong yang mampu meraih Wimbledon 1980 Australia tidak punya lagi bintang tenis putri. Nama Ashleigh Barty muncul pada tahun 2019 lalu yang mampu meraih banyak presatasi. Petenis perempuan 23 tahun itu merupakan harapan baru Australia setelah sekian lama puasa Juara. Hal ini di dukung dengan kemenangan Barty atas Petra Kvitova yang telah menjuarai Wimbledon 2011 dan 2014.

Pada laga pertama barty pada tahun 2012 silam pernah dihentikan Kvitova di semifinal. Ditambah lagi pada perempat final tahun 2019 lalu laju Barty juga dihentikan Kvitova pada laga perempat final. Dan akhirnya tiba giliran barty menghentikan Kvitova di perempat final tahun 2020 ini. Setelah menang atas Kvitova, pada babak semifinal Barty akan berhadapan dengan petenis Amerika Serikat Sofia Kenin yang mampu menghentikan petenis Tunisia, Ons Jabeur.

Ashleigh Barty Menjadi Petenis Putri Harapan Publik Australia

Jika dilihat dari statistik pertemuan Barty dengan Kenin, Barty lebih diunggulkan ketimbang Kenin. Petenis Australia tersebut memiliki catatan prestasi lebih baik, sehingga Barty diharapkan akan melaju ke Final bahkan menjuarai Australia Open 2020. Tercatat bahwa musim lalu Barty menjuarai turnamen WTA Premier mandatory, Grand Slam, menjadi petenis nomor satu dunia dan Juara Final WTA. Australia telah puasa gelar cukup lama, petenis Lleyton Hewitt pada 2005 hanya pada Final sebab harus kalah dengan marat Safin.

Pada musim 2020 ini , turnamen tenis pada nomor tunggal putri Barty menjadi harapan baru. Petenis nomor satu dunia tersebut menjadi petenis tunggal putri semifnalis pertama sejak Wendy Turnbull 1984. Gelar juara terakhir dari petenis Australia adalah Chris O’neil pada tahun1978. Meski kalah dari Barty namun kvitova mengagumi Barty sebab mampu mengatasi besarnya ekspektasi Publik Australia. Petenis Ceko tersebut mengatakan kalau barty pantas menjadi petenis nomor satu dunia dan gelar Grand Slam.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here