Didier Drogba

FFSPORTZ.COMChelsea – Jangan ngaku fans berat Chelsea jika tidak ingat kapan salah satu klub raksasa Inggris itu memenangkan trofi Liga Champions. Klub yang berjuluk The Blues itu memenangkan Liga Champions untuk pertama kalinya pada musim 2011-2012 lalu. Menurut sejumlah pihak, punggawa Chelsea yang menjadi pahlawan atas kemenangan itu adalah Didier Drogba. Akan tetapi menurut pengakuan dari pemilik nama asli Didier Yves Drogba Tébily itu justru yang menjadi pahlawan dalam kemenangan Chelsea dalam meraih trofi berkuping besar itu adalah Juan Mata.

Chelsea raih kemenangan Liga Champions dengan susah payah

Tidak hanya di liga Premier Inggris, akan tetapi juga di Liga Champions pada musim 2011-2012 tersebut, Chelsea melalui perjalanan dengan penuh susah payah. Sang manajer, Andre Villas-Boas telah dipecat kemudian digantikan oleh Roberto Di Matteo. Perjalanan mereka dalam mengarungi musim tersebut sangat berat.  Pada salah satu laga mereka di Liga Champions tepatnya di babak 16 besar, pada leg pertama Chelsea sempat kalah dari Napoli 3-1 dan akhirnya mampu membalikan keadaan dengan mengalahkan Napoli 4-1 di leg kedua dan akhirnya mereka lolos ke babak selanjutnya.

Kemudian, Didier Drogba dan kolega juga mampu mengalahkan Barcelona di semifinal dan berhadapan dengan Bayern Munich di Final. Lewat akun twitter, pemain yang kini berusia 42 tahun itu bercerita bagaimana dirinya merasakan kembali final liga Champions. Sebelum memenangkan Liga Champions musim 2011-2012, mereka hampir menang juga di musim 2008. Pada tahun 2008 itu mereka mencapai final namun kalah dengan Manchester United lewat adu pinalti.

Dibalik kepercayaan diri Drogba ada dukungan Juan Mata

Pada saat melakoni Final Liga Champions 2011-2012, Drogba sempat meminta kepada Juan Mata dimana pada waktu itu usianya masih 23 tahun. Drogba menyebut Maestro kepada Juan mata untuk membantu dirinya dan Chelsea  untuk meraih kemenangan, sudah delapan tahun Drogba membela Chelsea namun belum sekalipun menang di Liga Champions. Lalu Juan Mata berbalik mengatakan, kalau Drogba lah yang sebenarnya membuat Chelsea Menang nanti. Pada laga final antara Chlesea dan Muenchen itu berlangsung sangat sengit. 8 menit menjelang peluit tanda berakhir pertandingan, Bayern Muenchen unggul lewat strikernya, Thomas Muller.

Drogba mengaku kalau saat itu dirinya menangis, dia teringat dengan laga sebelumnya yaitu negaranya, Pantai Gading juga kalah di final Piala Afrika. Kemudian Juan Mata melihat ke pemain yang dinobatkan sebagai pencetak gol terbanyak timnas Pantai Gading sepanjang masa itu. Juan Mata memberikan semangat agar Drogba menjadi lebih percaya diri. Pemegang urutan ke-4 pencipta gol terbanyak Chelsea itu juga sempat hampir pesimis melihat keadaan klubnya. Akan tetapi dimenit ke-88, Chelsea mendapat tendangan sudut yang dieksekusi oleh Juan Mata kemudian diberikan kepada Drogba dan akhirnya tercipta gol penyama. Pertandingan dilanjutkan dengan adu penalti, dan Chelsea menang dengan skor 4-3.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here