BWF
indoagen

FFSPORTZ.COMBWF – Pihak Federasi Badminton Dunia atau yang biasa dikenal dengan BWF telah mengambil keputusan penting pada Sabtu, 18 Juli 2020 kemarin. Mereka mengubah konstitusi mereka untuk memastikan kesetaraan gender di jajaran dewan. Sebelumnya, perlu diketahui bahwa Federasi Bulu Tangkis Dunia (BWF) adalah badan mengatur olahraga bulutangkis secara internasional yang diakui oleh Komite Olimpiade Internasional (IOC). Organisasi ini didirikan pada tahun 1934 sebagai Federasi Bulu Tangkis Internasional (IBF) dengan sembilan negara anggota (Denmark, Kanada, Inggris, Prancis, Irlandia, Belanda, Selandia Baru, Skotlandia, dan Wales).  Saat ini BWF telah berkembang dengan memiliki 176 negara anggota di seluruh dunia.

BWF setujui perwakilan geografis dan gender di jajaran dewan

Selama pertemuan umum tahunan virtual (RUPS) yang digelar di Kopenhagen, Denmark Sabtu kemarin, keanggotaan BWF menyetujui perubahan konstitusi yang memastikan setidaknya 30 persen dari setiap gender di dewan dan perwakilan dari masing-masing wilayah benua. Keputusan tersebut sejalan dengan arahan dari pihak Komite Olimpiade Internasional (IOC) baru-baru ini kepada Komite Olimpiade Nasional mereka. Hal ini demi tujuan untuk menjaga kesetaraan gender dalam posisi pengambilan keputusan pada tahun 2020.

Kemudian, langkah besar kedua dalam praktik tata kelola BWF adalah amandemen konstitusi yang memperkenalkan proses penyaringan dan kriteria kelayakan minimum untuk pejabat terpilih dan anggota panel pihak BWF. Hal ini sesuai dengan arahan dari sang Presiden BWF, Poul-Erik Høyer Larsen. Tak lupa Larsen mengucapkan selamat kepada keanggotaan karena telah meloloskan suara untuk menyetujui perubahan konstitusional untuk memastikan kesetaraan jender di dewan BWF tersebut. Hal tersebut merupakan langkah penting untuk meningkatkan praktik tata kelola mereka dengan membawa proses pemeriksaan untuk pejabat BWF.

BWF terus meningkatkan praktik tata kelola dari waktu ke waktu

Pertemuan virtual tersebut telah memungkinkan BWF untuk melengkapi persyaratan tata kelola mereka untuk menjadi tuan rumah RUPS setiap tahun sebelum 31 Juli. Selain itu, juga untuk memberikan beberapa keputusan penting demi memastikan bahwa BWF terus meningkatkan praktik tata kelolanya dari waktu ke waktu. Larsen mengungkapkan bahwa fokus dari BWF yaitu pada tata pemerintahan yang baik dan itu merupakan hal yang sangat penting. Pihaknya ingin terus unggul dalam bidang ini.

Baru – baru ini, Asosiasi Federasi Musim Panas Olimpiade Internasional merilis ulasan ketigannya tentang tata kelola Federasi Internasional. Dan untuk BWF telah menempati peringkat ketiga secara keseluruhan di antara 31 IF musim panas.  Larsen mengaku kalau berita tersebut merupakan hal yang sangat fantastis. Keanggotaan BWF juga mengeluarkan proposal untuk membatasi posisi presiden menjadi empat periode. Sebagai informasi saja, selama didirikan, BWF berkantor pusat di Cheltenham, Inggris. Namun, pada 1 Oktober 2005 lalu dipindah ke Kuala Lumpur, Malaysia.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here