Corona Berimbas Pada Pemasukan Kapten Klub JPE Dan Bisnis Hijabnya Turun

FFSPORTZ.COM Atlet Voli – Bagi semua kompetisi olahraga baik domestik maupun internasional semua terimbas virus corona. Hal jelas karena tidak adanya pertandingan,sehingga tidak ada pemasukan yang diperoleh dari tidak adanya penjulan tiket dan tidak ada pemasukan dari hak siar. Sehingga langkah pemotongan gaji terpaksa dilakukan. Hal ini juga dilakukan cabang olahraga voli di tanah air. Sebut saja salah satu pemain voli nasional yang juga terimbas dari keadaan ini adalah Wilda Siti Nurfadilah Sugandi.

Wilda Siti Nurfadilah Sugandi miliki ambisi bawa JPE juara Proliga 2020

Semua pecinta voli tahu kalau Wilda Siti Nurfadilah Sugandi sebagai salah satu skuat Jakarta pertamina Energi (JPE). Namun hanya sedikit yang tahu kalau Wilda sesungguhnya memiliki ambisi untuk bawa JPE juara pada turnamen Proliga 2020 kali ini.  Sebagai catatan, Klub JPE putri pada musim 2020 ini tengah berada di posisi puncak klasemen baik di putaran pertama dan kedua. Wilda dan kawan – kawan menorehkan catatan sangat bagus yaitu selama turnamen Proliga putaran pertama dan kedua mereka terus berada di posisi puncak klasemen. Mereka meraih tujuh kemenangan dan satu kekalahan saja, sehingga mereka mampu melangkah mulus ke babak final four.

Semenjak  pada 18 Maret lalu, pihak PP PBVSI yang akhirnya memutuskan untuk menghentikan liga sepenuhnya menyebabkan kondisi Liga bola voli paling prestis di tanah air itu menjadi kacau dan  bahkan ditiadakan. Parahnya Proliga 2020 kali ini tidak ada titel juara. Wilda dan tim merasa sangat kecewa, namun apa dikata sebab tidak hanya Klub JPE saja, melainkan semua klub juga merasakan hal yang sama. Meskipun begitu para atlit senantiasa bersikap bijak, penghentian laga ini demi kesehatan dan keselamatan semua orang.

Bisnis hijab Wilda juga ikut terkena imbas covid-19

Untuk diketahui bahwa pefoli yang berposisi sebagai quicker ini jelas terasa dengan penghentian kompetisi. Disaat seperti ini apalagi yang jatuh kalau bukan ekonomi, hampir semua aspek ekonomi alami krisis, begitu juga dengan gaji pevoli. Kabarnya PBVSI memutuskan untuk membayar gaji pevoli hingga pada bulan Maret.   Tak berpangku tangan sebab kompetisi ditutup, Wilda menghabiskan hari – harinya dengan menyibukkan diri untuk berlatih di rumah. Dan saat ini Wilda masih tergabung dalam tim Jabar untuk PON XX/2020 Papua.

Selain karier voli yang terimbas corona, bisnis Wilda juga ikut terkena dampak. Diketahui bahwa Wilda adalah salah satu pevoli yang mengenakan hijab, dia juga memiliki bisnis hijab yang cukup terkenal. Pevoli 178 cm ini merintis bisnis sejak tahun 2017 lalu, karena adanya pandemic corona dan diberlakuknya Locdown lokal, maka bisnisnya berhenti sejenak. Dia mengaku bahwa para pecinta hijabnya tidak hanya seputar Jabar, akan tetapi mencapai Kalimantan dan Papua. Wilda masih bersyukue sebab pemasukan dari posisi sebagi atlit puslatda propinsi masi ada. Tak lupa, Wilda juga berharap kalau wabah dan bencana ini segera berakhir dan kembali normal agar aktivitas semua orang bisa kembali seperti biasa.

Amin.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here